SIRAMAN ROHANI
Selasa, 2 September 2026

Bacaan Injil hari ini menunjukkan kepedulian Yesus kepada semua orang termasuk ibu mertua Petrus yang sedang sakit. Yesus tidak hanya diam. Ia memegang tangan ibu mertua Petrus menunjukkan kelembutan dan kasih sayang akan hubungan pribadi-Nya dengan orang yang menderita. Kuasa-Nya menyembuhkan ibu mertua Petrus sehingga ibu tersebut sembuh dan bangun sambil melayani Yesus. Peristiwa yang menakjubkan ini membuat banyak orang keluar dan setan-setan jugasambil berteriak, āEngkau adalah Anak Allahā. Namun, Yesus melarang mereka mengatakan hal itu kepada orang banyak bahwa Dia adalah Mesias.
Saudara-saudari terkasih, peristiwa penyembuhan ibu mertua Petrus menunjukkan kuasa Tuhan yang bekerja dalam diri setiap orang yang sakit dan menderita. Namun, kuasa-Nya tidak berhenti sampai di situ melainkan mendorong setiap orang untuk bersyukur atas kebaikan Tuhan dan setia melayani-Nya. Hal inilah yang ditunjukkan oleh ibu mertua Petrus yang disembuhkan dan kembali melayani Yesus. Hal ini mengajarkan kita juga bahwa rahmat kesembuhan Yesus yang diberikan memampukan kita untuk tetap bersemangat dalam melayani-Nya dan sesama.
Melalui Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk meneladani-Nya dalam melayani sesama yang sakit atau menderita dan sambil berkomitmen mewartakan kebenaran Injil Allah. Pada dasarnya, melayani sesama yang menderita sambil mewartakan Injil adalah perwujudan tertinggi dari iman Kristiani. Maka, marilah kita peduli dengan orang yang di sekitar kita dan mewartakan Injil Allah. Ingatlah, āSaat kita merendahkan diri untuk mengangkat mereka yang jatuh, di sanalah terang Injil bersinar paling terang.” Tuhan Memberkati (Rev. Fr. Laurensā R)