Leonardus Ansis

Sejenak Sabda

(Kamis, 11-09-2025) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiHari Biasa, Pekan Biasa XXIII Bac I: Kol 3:12-17Bac Injil: Luk 6:27-38 Pesan Tuhan Hari Ini Hendaklah kita murah hati seperti…

Read more

Sejenak Sabda

(Rabu, 10-09-2025) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiHari Biasa, Pekan Biasa XXIII Bac I: Kol 3:1-11Bac Injil: Luk 6:20-26 Pesan Tuhan Hari Ini Pertama, Bersukacitalah dan berbahagialah karena…

Read more

Hidup Bahagia di Dalam Allah

Rabu, 10 September 2025 Luk. 6:20-26 Apakah kebahagiaan kita diukur dengan takaran duniawi. Tentu tidak. Kebahagiaan bukan diukur melalui kesuksesanfinansial, jabatan, popularitas, materi, dan hal serupa. Hati yang tenang dan damai juga merupakan standar kebahagiaan. Kita mungkin kurang secara ekonomi/materi, tetapi kita bisabahagia kalau hati kita tenang dan damai. Hidup sedernahadengan hati yang penuh cinta dapat menciptakan kebahagiaan.  Dalam teks ini, Yesus juga memberikan sebuahpengajaran yang membalikkan logika dunia tentangkebahagiaan. Sering kali kita terjebak dalam kepercayaanbahwa kekayaan, materi, tertawa, kenyang, pujian merupakanstandar kebahagiaan. Namun Yesus menunjukkan hal yang terbalik. Yesus berkata bahwa yang berbahagia adalah orang miskin, lapar, menangis, dibenci dan dianiaya. PernyataanYesus ini untuk menunjukkan bahwa kebahagiaan bukansemata-mata terletak pada hal-hal lahiriah. Kebahagiaanlahirian cenderung semu dan sementara. Ukuran kebahagiaanterletak pada hati, dan terutama terletak pada hubungan kitadengan Allah. Untuk itu, orang katolik yang berbahagiaadalah orang katolik yang memiliki hubungan yang kuatdengan Allah.  Yesus tentu tidak mengagungkan penderitaan ataumenyalahkan kekayaan, tetapi menegaskan bahwa orang yang menderita tetapi tetap setia dan berpengarahap kepada Tuhan, atau orang yang hidup berkelibah sambil tetap ingat akanTuhan, jauh lebih besar upahnya di surga. Jadi letakkebahagiaan kristiani, adalah ketika dalam situasi apapunTuhan selalu ditempatkan sebagai pusat bagi kehidupan kita. Ketika kita selalu menempatkan Tuhan menjadi dasarkehidupan kita, maka walaupun kita susah, kita tetap akanmenenukan kebahagiaan, atau ketika kita berkelibihan, kitatidak menjadi hamba akan harta/materi, atau menjadisombong dan angkuh. Tuhan adalah kekuatan yang menjadikan hidup kita penuh sukacita dalam segala keadaan.   

Read more

Sejenak Sabda

(Selasa, 09-09-2025) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiHari Biasa, Pekan Biasa XXIII Bac I: Kol 2:6-15Bac Injil: Luk 6:12-19 Pesan Tuhan Hari Ini Yesus itu baik kepada semua…

Read more

Sejenak Sabda

(Senin, 08-09-2025) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiPesta Kelahiran Sr. Perawan Maria Bac I: Mi 5:1-4aBac Injil: Mat 1:1-16.18-23 Pesan Tuhan Hari Ini Kelahiran Santa perawan Maria merupakan…

Read more

HANYA UNTUK TUHAN

Hari Minggu Biasa XXIII Hari Minggu Kitab Suci Nasional  Keb. 9:13-18; Flm. 9b-10,12-17; Luk. 14:25-33 Minggu, 7 September 2025 Terdapat sejumlah persyaratan bagi seorang murid Yesus. Injil Lukas (14:25-33) menyebutkan beberapa harapan yang Yesus inginkan bagi para muridnya. Pertama, menjadi murid Yesus harus dengan komitmen yang sungguh-sungguh. Yesuskatakan, dalam sebuah kiasan, bahwa kalau mau mendirikansebuah Menara, maka harus membuat perencanaan yang matang atau kalau seoran graja mau berperan, dia harusmenyusun sebuah strategi yang mantap denganmempertimbangkan berbagai konsensi (bdk. Luk. 14:28-32). Mengikuti Yesus harus dengan sebuah pertimbangan yang matang dan serius. Panggilan menjadi murid Yesus adalahsebuah panggilan yang “serius”, mempertimbangkan segalakonsukuensi, berbagai tantangan, dan lain sebagainya. Yesusmengantar kita untuk memiliki refleksi yang mendalam ketikakita mau mengikuti-Nya. Kita disadarkan untuk tidak menjadipengikut Kristus yang “asal-asalan saja”. Seperti orang yang hendak membangun rumah atau seorang raja yang harusmenyusun strategi terlebih dahulu, maka kita pun sebagaipengikut Kristus juga harus memiliki rencana dan kehendakyang kuat. Kehadiran di gereja bukan hanya karena kebetulan, tetapi karena memang memiliki komitmen untuk ke gereja; membentuk keluarga katolik, bukan hanya karena kebetulanbertemu dengan pasangan, tetapi sungguh-sungguhmerencakan keluarga katolik yang baik; hadir dalam gerejasaat ini, bukan sekedar hadir saja, tetapi sungguhberpartisipasi dengan serius dalam ekaristi. Keseriusan inilahyang Tuhan tuntut dari kita sebagai para pengikut-Nya. Hidupberiman bukan hidup yang kebetulan saja, tetapi harus ditatadan dipelihara dengan serius.  Kedua, Yesus katakan, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk. 14:26). Kata benci menunjuk pada semangat lepasbebas dan tidak terikat. Untuk itu, Yesus mengajak seorangmurid untuk membenci orang tua atau keluarga berarti Yesushendak menekankan sebuah sikap “tidak terikat” dan “lepasbebas”; serta memiliki fokus utama pada diri dan misi Yesus. …

Read more