EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTARabu, 29 Juli 2026Peringatan Sta. Marta, Maria dan Lazarus, Keluarga BetaniaInjil: Yoh. 11 : 19 – 27 āJiwa yang paling berbahagia di dunia adalah …
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTARabu, 29 Juli 2026Peringatan Sta. Marta, Maria dan Lazarus, Keluarga BetaniaInjil: Yoh. 11 : 19 – 27 āJiwa yang paling berbahagia di dunia adalah …
SIRAMAN ROHANI Selasa, 28 Juli 2026 Matius. 13 : 36 ā 43 Terkadang ada orang yang bertanya āJika Tuhan Mahakuasa dan Mahabaik, mengapa Dia membiarkankejahatan di dunia?ā Pertanyaan ini mengandungkeraguan atribut dan keberadaan Tuhan. Sesungguhnya, kejahatan di dunia ini bukan berasal dari Tuhan melainkanberasal dari kebebasan manusia yang disalahgunakan. Tuhan memberikan manusia kebebasan untuk memilihantara kebaikan dan kejahatan. Jika Tuhan memaksamanusia untuk harus berbuat baik di dunia maka arti kebebasan sejati itu tidak akan ada. Tuhan ingin kebaikanmanusia itu lahir dari hati yang murni oleh ketulusan dan kesadaran bukan karena paksaan atau ketakutan. Sama halnya dengan Injil hari ini menceritakanperumpamaan tentang lalang dan gandum. Ketika seorangpekerja meminta kebenaran dari petani untuk mencabutlalang namun petani tidak menyetujuinya. Petani justrumemberikan kebebasan dan membiarkan Lalang (kejahatan) dan gandum (kebaikan) untuk bertumbuhbersama. Pada masa panen tiba, lalang akan dipisahkandengan gandum lalu dibuang dan dibakar sedangkangandum akan disimpan. Melalui perumpamaan ini, Yesusingin menunjukan bahwa kejahatan dan kebaikan hidupberdampingan di dunia. Namun, Ia memberikankesempatan kepada manusia untuk bertobat sebabpenghakiman akhir pasti akan datang di …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTASelasa, 28 Juli 2026Injil: Mat. 13 : 36 – 43 āTeruslah berbuat baik dan hiduplah dengan benar dan jujur maka kejahatan akan merasa malu. …
SIRAMAN ROHANI Senin, 27 Juli 2026 Matius. 13 : 31 ā 35 Ada ungkapan āTindakan kecil, namun besar maknanya untuk yang memerlukanā. Tidak ada kebaikan yang sia-sia, sekecil apapun itu. Kebaikan kecil seperti senyuman, sapaan ramah dan bantuan sederhana …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTASenin, 27 Juli 2026Injil: Mat. 13 : 31 – 35 āSegelap apa pun sebuah malam takan bertahan di hadapan kuasa setitik terang.ā Tuhan menegaskan …
INSPIRASI FIRMAN TUHANMinggu, 26 Juli 2026HARI MINGGU BIASA XVIIHari Orang tua, Kakek dan Nenek SeduniaBacaan I: 1Raj. 3 : 5. 7 – 12Bacaan II: Rom. 8 : 28 – 30Injil: …
Sungguh sebuah refleksi pagi yang sangat menyentuh hati di tengah suasana hujan yang dingin. Kehadiran dan kesetiaan umat Paroki HKY Olilit Barat, khususnya Rukun Santa Theresia dan anak-anak ini, menjadi …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTASabtu, 25 Juli 2026Pesta St. YakobusInjil: Mat. 20 : 20 – 28 Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini:āSemakin besar penderitaan karena Kristus semakin …
SIRAMAN ROHANI Jumat, 24 Juli 2026 Matius. 13 : 18 ā 23 Hati diibaratkan sebagai cermin yang memantulkanapa yang kita simpan di dalam hati. Jika hati kita baikdan dipenuhi dengan ketenangan maka segalatindakan dan kata-kata kita juga akan membawasukacita dan kedamaian bagi semua orang. Sebaliknya, jika hati kita jahat maka pantulan dalamtindakan sehari-hari akan membawa masalah ataukerugian bagi orang lain. Jadi, kondisi hati sangat menentukan bagaimana seseorang dapat bertindak, menanggapi, masalah dan menjalani kehidupannyasehari-hari. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menjelaskanperumpamaan tentang seorang penabur. Melaluiperumpaan ini, Yesus mengajarkan para murid-Nya bagaimana kondisi hati dalam menerima Sabda Allah. Pertama, benih yang jatuh di pinggir jalanmenunjukkan hati yang keras menerima Sabda Allah. Artinya, seseorang cenderung keras kepala, menolaknasihat, dan lebih mengutamakan pembenaran dirisendiri. Hal ini membuat Sabda-Nya yang didengartidak dapat dipahami, tidak bertumbuh dan membuahkan perubahan dalam hidup. Kedua, benihyang jatuh di tanah berbatu menunjukkan hati yang dangkal. Artinya, seseorang mudah menerima SabdaAllah namun hanya sesaat. Seseorang tidak tahan uji. Misalnya, ketika masalah atau kesulitan datang makaorang tersebut langsung memilih mundur dan meninggalkan Tuhan. Hal ini karena dia tidakmemiliki akar iman yang kuat dan komitmen untukmelaksanakan sabda Allah yang diterima. Ketiga, benih yang ditaburkan di semak duri menunjukkanhati yang terpecah belah. Artinya, seseorang masihmemiliki keraguan atau mendua hati. Ia mungkinmendengarkan Sabda Allah namun hatinya masihterikat pada keinginan duniawi. Keempat, tanah yang baik menunjukkan pada hati yang terbuka dan siapmelaksanakan Sabda Allah. Artinya, seseorangmemiliki kerendahan hati untuk mendengar, merenungkan, dan melaksanakan Sabda-Nya dalamkehidupan sehari-hari. Ia membiarkan Sabda Allahmengubah pola pikir, karakter, dan tindakan agar sesuai dengan kehendak-Nya. Saudara-saudari terkasih, hati adalah tempatbersemayamnya niat, iman, dan kejujuran kita. Baik buruknya perilaku dan ibadah kita sangat bergantungpada kebersihan hati kita. Santo Yohanes Paulus IIpernah berkata āHati yang suci dan bersih akanmemampukan seseorang untuk melihat kebaikan dan karya Tuhanā. Hati yang suci dan bersih melahirkanketulusan, pikiran positif, dan keikhlasan yang membuat kita lebih mudah mengenali dan mensyukurikehadiran serta campur tangan Tuhan dalam setiapperistiwa kehidupan, bahkan dalam masa-masa sulitkita. Melalui Injil hari ini, Yesus mengajak kita untukmenjaga hati kita supaya selalu berkenan kepada-Nya dengan terus memelihara, merenungkan dan melaksanakan Sabda Allah agar hidup kita dipenuhidengan kedamaian dan sukacita. Tuhan Membekati ( Rev. Fr. Laurens, R).
ā(Refleksi Iman Peringatan 30 Tahun Berdirinya Rukun Santo Kristoforus ā Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat) āPENDAHULUAN: ANUGERAH DAN PERJALANAN āHari ini, sukacita memenuhi sanubari seluruh keluarga besar Rukun Santo …
Keuskupan Amboina adalah adalah salah satu keuskupan yang terletak di Indonesia, serta merupakan keuskupan sufragan dari provinsi gerejawi yang juga berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Agung Makassar dan Keuskupan Manado. Wilayah keuskupan ini mencakup seluruh wilayah geografis Kepulauan Maluku seluas 77.990 km².
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis