Home Ā» Cintailah dan Peluklah Salib-Nya!

Cintailah dan Peluklah Salib-Nya!

by Leonardus Ansis
0 comments

SIRAMAN   ROHANI

Senin,  14  September  2026

Pesta   Pemuliaan   Salib   Suci

Yohanes. 3  :  13   ā€“  17

Santo Paulus dari Salib pernah berkata, “Cintailah salib. Peluklah erat-erat. Salib adalah harta-Nya, sukacita-Nya, kemuliaan-Nya, terang-Nya, jantung hati-Nya dan cinta-Nya.” Pada hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Pemuliaan Salib Suci. Salib yang dahulu menjadi lambangkehinaan dan kematian namun diubah menjadi lambangkemenangan, kasih, dan pengharapan yang kekal bagiseluruh umat beriman. Perayaan Pesta Pemuliaan Salib Sucihari ini meneguhkan iman kita akan pengorbanan Yesus di atas kayu salib sebagai jalan keselamatan bagi penebusandosa manusia.

Penginjil Yohanes dalam Injil hari ini menunjukkan tentangbetapa besar kasih Allah dan pengorbanan Yesus, Putera-Nya di Kayu salib demi menyelamatkan dosa manusia. Kasih Allah yang sempurna kepada manusia dibuktikandengan pengorbanan dan kematian Anak-Nya di Kayu Salib.  Hal ini dikatakan oleh Yesus kepada Nikodemus, ā€œKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehinggaIa telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supayasetiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekalā€. Kerelaan Yesusmenyerahkan nyawa-Nya demi menebus dosa kita menjadibukti bahwa kita semua berharga di mata Tuhan dan sangat dicintai.

Saudara-saudari terkasih, Pesta Pemuliaan Salib Suci inimemanggil setiap pribadi kita untutk melihat Salib bukanhanya sekadar simbol tetapi turut memaknai dan melaksanakannya dengan sikap saling berkorban, mengasihidan mengampuni sesama. Santa Faustina Kowalska pernahberkata ā€œBeribu kali aku memandang salib, begitu banyakkali pula aku akan mendapat ampun.” Hal ini menunjukkanbahwa salib adalah sumber pengampunan dan kerahimanIlahi yang tak terbatas. Dengan membuat tanda salib pada diri kita bukan sekadar rutinitas atau kebiasaan fisik sajamelainkan doa singkat dan penyerahan diri kita secara total kepada Allah. Tuhan Memberkati. ( Rev.  Fr.  Laurens’  R)

 

 

You may also like