EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA STASI TEDENG, HALMAHERA BARATRabu, 02 September 2026Injil: Luk. 4 : 38 – 44 ”Mintalah para imam-Nya untuk menjamahmu bila engkau sakit, memiliki masalah dan pergumulan, …
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA STASI TEDENG, HALMAHERA BARATRabu, 02 September 2026Injil: Luk. 4 : 38 – 44 ”Mintalah para imam-Nya untuk menjamahmu bila engkau sakit, memiliki masalah dan pergumulan, …
SIRAMAN ROHANI Selasa, 1 Septermber 2026 Lukas. 4 : 31 – 37 Santo Andreas dari Kreta pernah berkata, “Kegelapanmenyerah di hadapan kedatangan terang, dan rahmatmengubah hukum menjadi kebebasan.” Hal ini berartikegelapan, dosa, dan kuasa iblis tidak memiliki kekuatanuntuk bertahan ketika Tuhan hadir. Kehadiran Tuhan membawa terang yang mengusir segala bentuk kegelapantermasuk roh jahat. Hal yang sama yang diceritakan dalam Injil hari inibahwa kehadiran Yesus berhasil mengusir roh jahat dariseorang di Kapernaum. Peristiwa ini menunjukkan bahwaYesus selalu menaruh perhatian kepada semua orang yang menderita dan terbelenggu dari segala kejahatan. Yesusmenghardik roh jahat dengan ucapan singkat, “ Diam, keluar darinya”. Perkataan Yesus menunjukkan bahwakuasa-Nya membebaskan orang yang dirasuki oleh rohjahat. Maka, roh jahat itu keluar dari orang tersebut tanpamenyakitinya. Hal ini bertujuan supaya genaplah tujuanYesus untuk datang melepaskan semua orang dari godaandosa dan kuasa iblis. Saudara-saudari terkasih, peristiwa dalam Injil hari ini mengajarkan kita bahwa perkataan dan tindakan Yesuspenuh kuasa serta wibawa Ilahi untuk mengajar dan membebaskan kita daris egala penderitaan termasukkuasa gelap. Maka, Yesus mengingatkan kita dalam Injilhari ini bahwa iman kita kepada-Nya bukan hanyadidasarkan bahwa Yesus adalah Guru tetapi juga berkausaatas maut dan kegelapan. Yesus adalah Terang dunia yang mengusir dan melenyapkan segala kejahatan dan kuasakegelapan hidup kita. Maka itu, kuasa kegelapan tidakdiusir dengan senjata duniawi melainkan dengankehadiran Yesus Sang Terang Dunia. Singkatnya, di mana ada Yesus, kegelapan pasti menyingkir. Jadi, ingatlahbahwa kita jangan takut pada besarnya badai kegelapan, sebab otoritas Yesus jauh lebih tinggi dari segala kuasagelap yang mencoba mengikat hidupmu.” Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens’ R)
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESelasa, 01 September 2026Injil: Luk. 4 : 31 – 37 ”Pujian dan sanjungan tidak selamanya dilakukan dengan tulus, maka benteng pertahanan utama agar tidak …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA SAUMLAKI, TANIMBARSenin, 31 Agustus 2026Injil: Luk. 4 : 16 – 30 ”JIka engkau menghidupi sebuah kesalahan yang dianggap benar maka semua kebenaran akan menyakitimu dan …
INSPIRASI FIRMAN TUHANMinggu, 30 Agustus 2026MINGGU BIASA XXIIBacaan I: Yer. 20: 7 – 9Bacaan II: Rom. 12: 1 – 2Injil: Luk. 16 : 21 – 27 “Salib apakah yang Tuhan …
(Sabtu, 29-08-2026) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiPW. Wafatnya St. Yohanes Pembaptis Bac I: Yer 1:17-19Bac Injil: Mrk 6:17-29 Pesan Tuhan Hari Ini Pertama, Sebagai orang Katolik, hendaklah …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESabtu, 29 Agustus 2026PW Wafatnya St. Yohanes PembaptisInjil: Mrk. 6 : 17 – 29 ”Anda bisa membungkam dan bahkan membunuh orang baik, jujur dan …
SIRAMAN ROHANI Jumat, 28 Agustus 2026 PW. St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja Matius. 25 : 1 – 13 Ada peribahasa mengatakan “sediakan payung sebelum hujan” berarti berjaga-jaga atau bersiap sedia sebelum datangnyasuatu kesulitan, masalah, atau bahaya. Seperti yang dikisahkan dalam Injil hari ini tentang lima orang gadis bijaksana yang berjaga-jaga dan siap sedia menyambutkedatangan mempelai pria dengan persediaan kelebihanminyak sehingga pelita mereka tetap menyala dan menyambutpengantin tersebut. Sedangkan, lima gadis yang bodoh yang tidak ada persediaan minyak, mereka pergi membeli minyak namun terlambat karena pengantin pria telah datang dan pintutelah tertutup. Karena itu, Yesus berkata, “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupunakan saatnya”. Yesus ingin mengajarkan para murid unrukmempersiapkan segala kebutuhan rohani sebelum harikedatangan-Nya. Saudara-saudari terkasih, hidup beriman bukan sesuatu yang dipersiapkan secara mendadak pada saat-saat terakhir hidupkita. Kita perlu adanya kesiapan rohani bersifat pribadi dan harus dipersiapkan sekarang, bukan nanti ketika masalahterjadi atau penghakiman tiba. Salah satu bentuk persiapanyaitu pertobatan. Pertobatan sejati menuntut perubahan sikap, meninggalkan kejahatan dan bertindak kasih. Mengenai pertobatan ini, kita dapat belajar dari pribadi Santo Agustinus yang diperingati hari ini. Dia meninggalkan masa lalu denganmelepaskan gaya hidup duniawi. Dia menjual semua harta dan mengubah rumahnya sebagai tempat tinggal para biarawan. Iajuga menulis sebuah buku (Confessiones) yang berisi tentangkelemahan masa mudanya serta pujian kepada Allah sebagaibentuk pertobatan publik. Maka, Yesus berpesan kepada kitamelalui Injil hari ini untuk siap sedia dan berjaga-jaga menyambut kedatangan Kerajaan Allah melalui sikap dan perbuatan yang berkenan di hadapan Allah. Salah satu caranyayaitu pertobatan. Maka, kita juga menedalani pribadi Santo Agustinus yang berani bertobat dengan meninggalkankesenangan duniawinya demi mengikuti Yesus sertamemberikan kesaksian tentang ajaran kasih-Nya. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Enzo’ R)
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISEJumat, 28 Agustus 2026PW St. AgustinusInjil: Mat. 25 : 1 – 13 ”Akibat dari sikap yang tidak konsisten maka nyala api kebaikan itu redup …
SIRAMAN ROHANI Kamis, 27 Agustus 2026 Pw. Sta. Monika Matius. 24 : 42 – 51 Di sebuah desa pada musim hujan seringkali terjadipemadaman listrik untuk beberapa saat. Listrik akan hidupkembali setelah hujan berhenti. Oleh karena itu, hampirsetiap rumah selalu menyediakan lilin untuk berjaga-jagakalau sewaktu-waktu listrik padam. Dalam suasana gelap, cahaya lilin sangat membantu karena dapat menjadipengganti penerangan untuk beberapa saat. Cerita inimengingatkan kita akan perlu berjaga-jaga dalam hidup. Berjaga-jaga artinya sesuatu itu pasti akan terjadi tetapikapan waktunya setiap orang tidak dapat memastikannya. Demikian pun Yesus mengingatkan para murid-Nya untukberjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan yang tidakterduga. Yesus berkata kepada para murid-Nya, “ Berjaga-jagalah, sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmudatang”. Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa Dia akan datang untuk kedua kalinya. Namun, Dia datang bukanlagi sebagai Juruselamat tetapi bertindak sebagai Hakim yang membenarkan bagi pihak yang benar dan menyatakanyang salah bagi yang salah. Oleh karena itu, para murid diminta untuk berjaga-jaga melalui kesetiaan menjalankantugas, rajin berdoa dan perbuatan kasih. Sikap ini juga dapat kita teladani dari Santa Monika yang diperingati hariini. Ia memiliki kesabaran, ketekunan dalam doa tanpa hentidan iman yang teguh dalam menghadapi masalah. Akhirnya, perjuangan dalam hidup doanya menghasilkan pertobatanbagi keluarganya. Saudara-saudari terkasih, pentingnya kita untuk melakukanpersiapan dalam menghadapi ketidakpastian hidup di dunia ini. Kita harus berjaga-jaga sedia karena masa depan, musibah dan ajal tidak pernah diketahui kapan akan terjadi. Sama halnya, Yesus berpesan kepada kita dalam Injil hariini untuk selalu berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya. Berjaga-jaga bukan bersifat pasif (diam saja) tetapi aktifdalam mengisi hari-hari hidup kita dengan cara menjaga diridaripada godaan, nafsu jahat atau perbuatan yang melanggarnilai agama dan etika. Marilah kita hidup dalam kekudusanuntuk menantikan Tuhan dengan menjaga hati agar tetapmurni, menjauhi kompromi dengan dosa, tekun berdoa, serta rajin merenungkan firman Tuhan. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. …
Keuskupan Amboina adalah adalah salah satu keuskupan yang terletak di Indonesia, serta merupakan keuskupan sufragan dari provinsi gerejawi yang juga berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Agung Makassar dan Keuskupan Manado. Wilayah keuskupan ini mencakup seluruh wilayah geografis Kepulauan Maluku seluas 77.990 km².
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis