EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTAJumat, 26 September 2025Injil: Luk. 9 : 18 – 22 Kabar Baik dari Tuhan pagi untukmu: āYesus yang kita imani adalah Mesias, Putra Allah, …
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTAJumat, 26 September 2025Injil: Luk. 9 : 18 – 22 Kabar Baik dari Tuhan pagi untukmu: āYesus yang kita imani adalah Mesias, Putra Allah, …
Luk. 9:1-6 Rabu, 24 September 2025 Tema sinode universal Gereja Katolik yang dibuka tahun2021 dan puncaknya tahun 2023 adalah “Untuk Gereja yang Sinodal: Persekutuan, Partisipasi, dan Misi”. Tema inimengajak seluruh umat untuk menyadari aspek kebersamaandalam perjalanan gereja. Gereja tidak berjalan sendiri, tetapiterbuka mendengar semua pihak. Yesus dalam menjalankanmisinya juga menunjukkan aspek sinodalitas. Dia melibatkanpara murid dalam karya misinya. Tindakan ini menegaskanbahwa karya misi bukanlah karya individual, melainkan karyaTuhan yang melibatkan berbagai pihak dengan kharismanyamasing-masing. Namun perlu diingat bahwa kuasa pelayananpertama-tama datang dari Allah. Tentu dalam kontekstertentu, Tuhan memilih orang-orang khusus untuk pelayananyang khas (seperti para klerus). Namun, terlepas dari haltersebut, semua orang dipanggil untuk mengambil bagiandalam karya keselamatan Allah. Para murid dipanggil oleh Tuhan untuk membawaKerajaan Allah dan mengadakan mujizat. Kita semua juga Tuhan libatkan (terlepas dari imamat khusus) untukmenunjukkan tugas ini. Kerajaan Allah yang kita wartakanbukan pertama-tama menunjuk pada sebuah tempat, tetapipada situasi atau keadaan di mana terdapat sukacita, kegembiraan, cinta kasih. Mujizat yang perlu kita lakukan pun tidak harus melalui sebuah peristiwa-peristiwa yang spektakuler. Mujizat terjadi melalui peristwa-peristwa yangsederhana. Ketika kehadiran kita mendatangkan kesejukan, maka itulah mujizat; ketika kehadiran kita membuat orang lain merasa bahagia, maka itu juga adalah mujizat; ketikasuami istri bisa berdamai dan memaafkan, itu juga merupakanmujizat; ketika kita bangun dan bisa bernapas juga adalahmujizat. Yesus juga mengingatkan para murid tentang tantangandalam mengikuti Yesus. Menjadi murid Yesus tidak berartikita bebas dari tantangan atau penderitaan. Jalan Yesus adalahjalan salib. Maka ketika, dalam pelayanan, kita mengalamipenolakan, cercaan, kita harus menyadari ini sebagai bagiandari perjalanan seorang murid Yesus. Kerejaan Allah harustetap diwartakan. Kebaikan harus tetap disampaikan walaupunharus berhadapan dengan berbagai tantangan. Kita janganputus asa. Sesudah penderitaan, selalu saja ada keselematan. Tuhan pasti memiliki rencana yang baik bagi setiap orang yang telah bersedia mengambil bagian dalam karya Tuhan, walaupun harus menderita. @#novlymasriat. …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISERabu, 24 September 2025Injil: Luk. 9 : 1 – 6 Kabar Baik dari Tuhan pagi untukmu: āKepada setiap dari kita, Tuhan memberi kuasa untuk …
EMBUN ROHANI PAGI DARI PAROKI ST. MATIAS SAUMLAKI, TANIMBARSelasa, 23 September 2025Injil: Luk. 8 : 19 – 21 Kabar Baik dari Tuhan pagi untukmu: āWalaupun kita tidak sedarah dengan Yesus, …
Lukas 8:19-21 Selasa, 22 September 2025 Ketika orang membertahukan kepada Yesus bahwa ibudan saudara-saudara-Nya ingin bertemu dengan-Nya, Yesuspun berkata, āIbu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah merekayang mendengarkan firman Allah dan melakukannyaā (Luk. 8:21). Pernyataan Yesus ini menegaskan bahwa dasar relasiatau hubungan dengan Yesus adalah ketaatan terhadap firmanAllah. Orang yang mendengarkan dan melaksanakan perintahTuhan merupakan bagian dari keluarga Allah. Menjadikeluarga Allah ditentukan oleh komitmen dan kesetiaan kitakepada firman Allah. Sehingga, iman-lah yang menyatukankita dengan Tuhan. kedekatan dengan Tuhan tidak ditentukanoleh hubungan darah, status sosial atau kelas sosial. Siapayang mendengar dan melaksanakan kehendak Allah adalahkeluarga Allah. āMendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah adalahdua hal yang berbeda. Mendengar sabda Allah berartimembuka hati terhadap sapaan Allah. Selalu melihat peristiwahidup ini sebagai bagian dari sabda Allah yang hidup. Melaksanakan sabda Allah berarti menjadikan sapaan Allah sebagai Keputusan hidup, dan pilihan hidup, dan sikap hidupsehari-hari. Menjadikan sabda Allah yang kita dengar ituhidup dalam tindakan nyata, seperti mengasihi, menolong, saling setia, memaafkan, dan seterusnya. Mendengar sabdaAllah saja belum cukup mengantar kita untuk menjadikeluarga Allah. Sesudah mendengar, kita juga harusmelaksanakan sabda itu. Kalau kita hanya setia mendengarsabda Allah, tetapi tidak pernah mengaplikasikannya dalamhidup, maka belum secara penuh menjadi keluarga Allah. āGereja adalah Persekutuan orang beriman kepada Allah. Iman kepada Allah menjadi dasar bagi persekutuan kita. Untuk itu, kalau kita berkumpul dalam gereja, atau dalamkelompok lingkunga, maka Allah harus menjadi pusat dan kekuatan, bukan status sosial atau hubungan darah. Kita semua berkumpul bukan karena kita ini berasal dari satudaerah, tetapi karena kita memiliki Allah yang sama, yang mewartakan dan mengajak kita untuk melaksanakan perintahyang sama. Maka di dalam gereja, kita semua sama karenakita memiliki iman yang sama. Kita memang datang denganlatar belakang yang berbeda-beda, tetapi kita satu keluargadalam iman. Untuk itu, dalam gereja, tidak boleh adadiskriminasi karena status sosial. Keselamatan itu dapatterjadi bukan karena kita memiliki kedudukan yang tinggiatau rendah, tetapi sejauh mana kita memiliki komitmen untukmendengar dan melaksanakan sabda Allah.@novlymasriat.
Luk. 8:16-18 Senin, 22 September 2025 Yesus menggunakan gambaran sederhana tentang pelitauntuk menyampaikan pesan rohani yang dalam. Pelita melambangkan terang iman, kebenaran, dan firman Allah yang sudah kita terima. Terang itu tidak seharusnyadisembunyikan, melainkan ditaruh di atas kaki dian supayamemberi manfaat bagi semua orang. Artinya, iman dan kebaikan yang ada dalam diri kita dipanggil untuk bersinar, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.Gambaran pelita ini mengajak kita untuk memiliki keberaniandiri untuk keluar dari diri/kelompok untuk membagikanterang kebaikan. Kebaikan harus dipancarkan, bukandidiamkan atau ditekan. Potensi baik dari diri kita harusdiasah untuk kebaikan. Selain itu, Yesus menegaskan bahwa tidak ada sesuatuyang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan. Inimengingatkan kita bahwa segala halābaik perbuatan, niat, maupun isi hatiāpada akhirnya akan diketahui. Oleh sebabitu, kita dipanggil untuk hidup dalam kejujuran, keterbukaan, dan integritas. Apa yang kita lakukan dalam āgelapā suatusaat akan muncul di āterangā, maka lebih baik kita hidupdalam kebenaran sejak awal. Kita semua tidak sempurna. Tidak ada kebaikan yang sempurna, dan demikian juga tidakada kejahatan yang sempurna. Untuk itu lebih baikmemancarkan kebaikan walaupun mungkin tidak sempurna, karena menyembunyikan kejahatan, suatu saat akan juga terlihat. Peringatan terakhir, āperhatikanlah cara kamumendengarā, mengajak kita untuk bukan hanya menjadipendengar pasif firman Tuhan, melainkan benar-benarmembuka hati untuk menerima, merenungkan, dan menghidupinya. Orang yang setia mendengarkan dan mengamalkan firman akan semakin bertumbuh imannya, sementara mereka yang menutup hati akan kehilangan bahkanyang sedikit yang mereka miliki. Dengan kata lain, sikap hatiterhadap firman Tuhan menentukan apakah terang itu akansemakin bersinar atau padam. Banyak orang yang memilikitelinga, tetapi tidak mendengar karena tidak menggunakanhati untuk mendengar. Pendengaran dengan hati mengantarkita untuk memahami lebih secara mendalam inti pesan. Saat ini, tidak sedikit orang yang suka mendengar. Banyak orang yang lebih suka berbicara daripada sukamendengar. Sikap mendengar memang tidak mudah, karenamembiarkan orang lain lebih dominan. Mendengarkanmemutuhkan sikap keterbukaan diri untuk menerima orang …
EMBUN ROHANI PAGI DARI PAROKI HKY OLILIT BARAT, TANIMBARSenin, 22 September 2025Injil: Luk. 8 : 16 – 18 Kabar Baik dari Tuhan pagi untukmu: āEngkau adalah pelitanya Tuhan yang diizinkan …
Am. 8:4-7; 1Tim. 2:1-8; Luk. 16:1-13 HM Biasa XXV/Minggu, 21 September 2025 āBarangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setiajuga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidakbenar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalamperkara-perkara besarā (Luk. 16:10). Kutipan ayat ini hari inimenegaskan nilai kesetiaan. Belajar menjadi setia dimulaidengan hal-hal yang kecil dan sedernaha. Perkara yang kecildan sederhana merupakan ujian awal untuk menguji kestiaan, tanggungjawba, disiplin. Ketika hal-hal yang sepeleh dan sederhana saja kita tidak mampu menjaga integritas dan kesetiaan, maka sangat mungkin, kita tidak mampu untuksetia pada hal-hal besar dan prinsipil. Kesetiaan berhubungan dengan komitmen kuat, keteguhan hati, konsistensi, dan kepercayaan. Orang yang setia berarti orang yang memiliki komitmen yang kuatterhadap janji; memiliki hati yang teguh/tidak goyang; konsisten terhadap janji atau apa yang pernah diucapkan; setiaberarti mampu menjaga kepercayaan. Tanda-tanda orang tidaksetia adalah ketika tidak mampu menjaga kepercayaan; tidakkomitmen; tidak konsisten. Kesetiaan biasanya diuji ketika kita menderita atauketika kita sedang memperoleh sesuatu yang berharga. Kecenderungan untuk tidak setia datang ketika kita menderitadan terpojok. Saat itu, sebagian orang yang lupa komitmen. Banyak keluarga yang saat hidupnya senang, suami istribegitu setia, tetap ketika tertimpah masalah, suami istrimengingkari janji setia mereka. Selain itu, ada berbagaikesenangan duniawi yang kadang kala mengancam kesetiaankita. Harga, uang, jabatan, popularitas merupakan kesenangandunia yang bisa menghancurkan kesetiaan. Tidak sedikitjeluqrha yang rusak karena uang. Hati dan pikiran yang selalumengejar harta, membuat banyak keluarga yang tidakmemiliki quality …
(Minggu, 21-09-2025) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiHari minggu biasa XXV Bac I: Ams 8:4-7Bac II: 1 Tim 2:1-8Bac Injil: Luk 16:1-13 Pesan Tuhan Hari Ini Terkadang dalam …
INTISARI FIRMAN TUHAN DARI STASI OLILIT BARATMinggu, 21 September 2025Minggu Biasa XXVBac. I: Ams. 4 : 4 – 7Bac. II: 1 Tim. 2 : 1 – 8Injil: Luk. 16 : …
Keuskupan Amboina adalah adalah salah satu keuskupan yang terletak di Indonesia, serta merupakan keuskupan sufragan dari provinsi gerejawi yang juga berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Agung Makassar dan Keuskupan Manado. Wilayah keuskupan ini mencakup seluruh wilayah geografis Kepulauan Maluku seluas 77.990 km².
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis