Renungan Siraman Rohani Berbuat Baik Demi Kerajaan Surga Leonardus AnsisJuly 29, 202602 views SIRAMAN ROHANI Kamis, 30 Juli 2026 Matius. 13 : 47 – 53 Ada dua hal yang pasti dekat dengan hidup kita di dunia yaitu kebaikan dan kejahatan. Tuhan memberikan manusia kebebasan untuk memilih antara kebaikan atau kejahatan. Tuhan tidak pernah memaksa manusia untuk harus berbuat baik atau jahat. Jika demikian, sesungguhnya arti kebebasan sejati itu tidak akan ada. Tuhan ingin kebaikan manusia itu lahir dari hati yang murni oleh ketulusan dan kesadaran bukan karena paksaan atau ketakutan. Bacaan Injil hari ini menceritakan perumpamaan tentang pukat. Setelah pukat ditarik ke pantai, terlihat banyak ikan di dalamnya. Lalu, mereka memilih dan memisahkan ikan yang baik (kebaikan) dari ikan yang buruk (kejahatan). Ikan baik dikumpulkan ke dalam pasu sedangkan ikan buruk dibuang. Melalui perumpamaan ini, Yesus ingin menunjukkan tentangkehidupan orang baik dan jahat pada akhir zaman. Orang jahat akan dipisahkan dari orang baik dan dicampakkan ke neraka. Seperti yang dikatakan “Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana akan ada ratapan dan kertak gigi”. Saudara-saudari kasih, kejahatan terbesar terjadi ketika kita hidup tanpa arah, menjauhi dari Tuhan dan akhirnya gagal mencapai surga. Dunia ini hanya jembatan atau sarana bagi kita. Ukuran keberhasilan sejati hidup kita tidak dilihat dari apa yang kita miliki di bumi ini, melainkan apakah kita berhasil menyelamatkan jiwa kita untuk kehidupan abadi atau tidak? Jika kita menabur kebaikan di dunia maka kita akan menuai kebaikan sehingga surga menjadi tempat terakhir kita. Sebaliknya, jika kita menabur kejahatan di dunia maka kita akan menuai kebinasaan dan akhirnya neraka menjadi tempat terakhir kita. Jadi, manakah yang kita pilih? Tetap menjadi orang baik atau orang yang jahat? Melalui injil hari ini, Yesus mengingatkan kita untuk tetap melakukan kebaikan dan jangan menyia-nyiakan waktu hidup yang Dia berikan kepada kita. Waktu hidup di dunia adalah kesempatan untuk sungguh-sungguh menjadi orang baik dan melakukan kehendak Tuhan. Kita juga diajak untuk tetap menjaa hati dan perilaku agar menjadi orang berkenan di hadapan Allah. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens’ R