DAILY WORDS, SENIN, 16 SEPTEMBER 2024HARI BIASA DALAM PEKAN BIASA XXIVPW MARTIR ST. KORNELIUS, PAUS, & ST. SIPRIANUS, USKUPBY RP. PIUS LAWE, SVD BACAAN I : I KOR 11: 17 …
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis
DAILY WORDS, SENIN, 16 SEPTEMBER 2024HARI BIASA DALAM PEKAN BIASA XXIVPW MARTIR ST. KORNELIUS, PAUS, & ST. SIPRIANUS, USKUPBY RP. PIUS LAWE, SVD BACAAN I : I KOR 11: 17 …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESenin, 16 September 2024Injil: Luk. 7 : 1 – 10 āLazimnya terjadi bahwa yang dihormati dan disanjung adalah orang besar dan berkuasa, namun sesaat …
REFLEKSI SINGKAT FIRMAN TUHAN DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTAMINGGU, 15 SEPTEMBER 2024: BIASA XXIVMrk. 8 : 27 – 35 āKadang kita berpikir bahwa Allah itu perlu dibela dari mereka yang menghujat …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTASabtu, 14 September 2024Pesta Pemuliaan Salib SuciInjil: Yoh. 3 : 13 – 17 āTidak ada kasih yang lebih besar selain kasih dari Dia yang …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTAJumat, 13 September 2024Injil: Luk. 6 : 39 – 42 āSering mata kita jelas memandang setitik noda kesalahan dan penciuman kita tajam terhadap cerita …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTAKamis, 12 September 2024Injil: Luk. 6 : 27 – 38 āSetiap dari kita sudah diciptakan secitra dengan Allah, maka tugas kita sekarang adalah berjuang …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTARabu, 11 September 2024Injil: Luk. 6 : 20 – 26 āApa pun keadaan kita saat ini di dunia belum tentu berbanding lurus di surga, …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA YOGYAKARTASelasa, 10 September 2024Injil: Luk. 6 : 12 – 19 āKadang kita membiarkan hari berlalu tanpa datang atau duduk tenang sejenak mendengarkan Dia. Kalau pun …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTASenin, 09 September 2024Injil: Luk. 6 : 6 – 11 āAda tipe orang Kristen zaman sekarang yang tidak mau berbuat baik tapi selalu menjadi …
(Yes. 35:4-7a; Yak. 2:1-5; Mrk. 7:31-37) HM Biasa XXIII/Minggu, 8/9/2024 Injil hari ini menggambarkan sikap Yesus yang mengenal dan masuk dalam pribadi setiap orang. Dia mengenal karakter dan pribadi masing-masing orang. Dia masuk dalam dunia pribadi tiaporang. Injil menyebutkan bahwa Yesus meninggalkan pula daerahTirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Saat ini Tirus dan Sidon masuk wilayah Libanon. Pada zaman Yesus, daerah-daerah Ini bukan wilayah bangsa Yahudi. Ini kota-kota di luar kota Israel. Namun Yesusmelewati daerah-daerah ini juga untuk mewartakan keselamatanbagi orang-orang bukan Israel. Ketika berada di wilayah tersebut, orang membawa seseorangyang tuli dan gagap untuk Yesus sembuhkan. Injil menyebutkan, āDan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehinggamereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambilmenengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah!ā (Mrk. 7:33-34). Sabda inimenggambarkan Terdapat beberapa sikap Yesus. Pertama, Yesusmemisahkan orang tuli dan gagap dari orang banyak. Sikap inimenggambarkan bahwa Yesus ingin berdua saja dengan orang tersebut dan memberi perhatian penuh kepadanya. Kedua, Yesusmemasukan jari ke telinga orang tersebut. Ini adalah sebuah bahasatubuh untuk menunjukkan bahwa Yesus tahu keperluan orang tersebut. Dia masuk melalui dunia orang tersebut. Dia hendakmenyembuhkan tetapi dengan bahasa isyarat (memasukan jari) agar orang tersebut mengerti maksud Yesus. Ketiga, Yesus meludah. Ludah adalah sesuatu yang menjijikan, tetapi menurut bebrapapenafsir teks injil ini, dalam tradisi kuno, ludah sebagai obat. Itusemacam balsem yang memiliki khasiat menyembuhkan. Yesusmasuk melalui tradisi untuk meneguhkan orang sakit tersebut. Keempat, Yesus merabah lidah sebagai komunikasi non-verbal untuk menunjukkan bahwa Dia tidak hanya menyembuhkan telingatetapi juga mulut orang sakit. Kelima, Yesus menegadah ke langitsebagai gestur doa yang hendak menggarisbawahi kekuatanpenyembuhan dari Allah. Keenam, Yesus menarik nafas (merintih) untuk merasakan penderitaan orang sakit tersebut. Ketujuh, Yesusmengatakan terbukalah untuk menunjukkan bahwa sabda Allah memiliki kuasa. Sabda ini hidup sehingga mampu mengubah hiduporang buta dan gagap tersebut. Sikap-sikap di atas menunjukkan bahwa Yesus menyentukpribadi setiap orang. Dia mengubah hidup dengan masuk dalamkehidupan pribadi. Dia masuk dalam dunia orang sakit agar orang sakit bisa mengerti dan merasakan kasih-Nya. Dia tidak hanyamelihat dari jauh kehidupan orang sakit, tetapi Dia masukmenyentuh kehidupan orang sakit. Sikap Yesus ini menjadi sebuahajakan bagi kita untuk juga mampu menyentuh pribadi setiap orang. Bila kita ingin mengubah kehidupan orang menjadi lebih baik, tidakcukup melihat orang itu dari jauh, tetapi harus mengenal secaradekat pribadi orang itu. Ketika kita hendak menolong orang, makatidak cukup kita memberi dari jauh tetapi mendekati orang itu, menyentuh orang itu agar bisa mengenal dan memahamipergumulan orang tersebut. Paus Fransiskus pada saatkunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu (3-6 …
Keuskupan Amboina adalah adalah salah satu keuskupan yang terletak di Indonesia, serta merupakan keuskupan sufragan dari provinsi gerejawi yang juga berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Agung Makassar dan Keuskupan Manado. Wilayah keuskupan ini mencakup seluruh wilayah geografis Kepulauan Maluku seluas 77.990 km².
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis