Renungan Siraman Rohani Hari Sabat : Menghadirkan Kebaikan Kepada Sesama Leonardus AnsisSeptember 5, 2026010 views SIRAMAN ROHANI Sabtu, 5 September 2026 Lukas. 6. 1 – 5 Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang para murid Yesusmemetik dan memakan gandum pada hari Sabat. Hal inimenimbulkan kritikan dari orang Farisi karena tindakanmereka sudah melanggar hukum Sabat tentang melakukanpekerjaan pada hari tersebut. Beberapa orang Farisi berkata, “Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidakdiperbolehkan pada hari Sabat?” Pertanyaan ini munculkarena orang Farisi adalah kelompok religious yang taatpada hukum Taurat terutama aturan mengenai hukum hariSabat. Salah satu bunyi hukum Sabat yaitu larangan segalabentuk pekerjaan pada hari Sabat untuk menghormati hariyang dikhususkan bagi Tuhan. Mengenai pertanyaan orang-orang Farisi, Yesus pun menjawab mereka, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hariSabat”. Perkataan Yesus ini ingin membela para murid-Nya. Namun, lebih dari pada itu perkataan-Nya mengandung arti yang mendalam untuk mengingatkan semua orang bahwaaturan atau hukum diciptakan demi kebaikan manusia, bukan menyiksa atau membelenggu mereka terutama dalamhal kasih kepada sesama dan kebutuhan dasar mereka. Yesus menunjukkan otoritas tertinggi yang menciptakanhukum Sabat. Jadi, Dia berhak menentukan bagaimana hariSabat dimaknai dan digunakan sebaik mungkin. Bagi Yesus, Sabat sejati memberikan pemulihan dan kelegaan kepadasemua orang, di mana Kristus tetap menjadi pusat dalamkehidupan manusia. Saudara-saudari terkasih, makna terdalam hari Sabat bukanhanya dilihat sebagai aturan atau istirahat dalam bekerjatetapi menjadi peluang bagi kita untuk terus berbuat kasih. Kasih adalah dasar hari Sabat. Sabat menjadi haripemulihan, memenuhi kelangsungan kebutuhan dasar, merawat orang sakit, menolong sesama atau berbagi denganorang yang berkekurangan. Oleh karena itu, Yesus dalamInjil hari ini mengingatkan kita bahwa Sabat bukan sekadarberhenti bekerja melainkan waktu terbaik untukmenghadirkan kebaikan kepada semua orang. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens’ R)