.wp-block-jetpack-rating-star span.screen-reader-text { border: 0; clip-path: inset(50%); height: 1px; margin: -1px; overflow: hidden; padding: 0; position: absolute; width: 1px; word-wrap: normal; }

HARUS PERLU MERASA “CUKUP”

Senin, 20 Oktober 2025

Luk. 12: 13-21

Setiap orang memiliki rejekinya masing-masing. Tuhanmenganugerahkan berkat kepada masing-masing orang dengan keunikan masing-masing. Kita patut bersyukur atasberkat-berkat Tuhan tersebut. Berkat Tuhan hadir dalamkehidupan kita dalam berbagai macam cara. Harta, uang, kekayaan, jabatan, kebahagiaan, keharmonisan, senyumanadalah bagian dari rahmat. Bahkan, kadang-kadang kesusahanjuga bagian dari rahmat. Tuhan mungkin memberikankesusahan bagi kita supaya kita belajar rendah hati, sabar, dan kuat. 

Hari ini Yesus mengingatkan kita tentang bahayaketamakan dalam hubungan dengan harta atau materi. Tuhantidak melarang kita untuk memiliki kekayaan. Tuhanmengajak kita untuk mewaspadai ketamakan. Tamak berartimerasa tidak cukup, rakus, tidak merasa cukup, dan tidakmensyukuri apa yang ada saat ini. Orang tamak akan berusahauntuk mencari, walaupun pada akhirnya orang itu tidak akanpernah puas dengan pencapaian yang telah perolehnya. Ketamakan akan mengantar kita untuk memilikiketergantungan penuh pada harta atau materi yang kita miliki. 

Mari kita belajar untuk bersyukur atas segala berkatTuhan, dan juga perlu berani berkata cukup atau memilikiprinsip berkecukupan. Selain itu, kita juga dipanggil untukmenjadi orang-orang yang mau berbagi. Ketika berkat Tuhanberikan untuk kita, kita tidak hanya menyimpannya saja. Kita diajak oleh Tuhan untuk juga mau berbagi kepada orang lain. Rahmat Tuhan tidak hanya untuk dinikmati oleh diri sendiri, tetapi juga untuk berbagi. Amin. @novlymasriat.

Related posts

BERBICARA DENGAN HIKMAT ROH KUDUS

BANYAK ORANG BERAGAMA TIDAK LULUS SEKOLAH KEMANUSIAAN

KITA ADALAH MAKHLUK CAHAYA