Home Ā» Kondisi Sulit: Rahmat Dalam Pelayanan

Kondisi Sulit: Rahmat Dalam Pelayanan

by Leonardus Ansis
0 comments

Refleksi Kunjungan Pastoral Terakhir di Rukun SYV
​Senin, 27 April 2026

​1. Keluarga Bapak Andreas Melken

​”Hujan yang turun hari ini kami maknai sebagai berkat yang melimpah. Kami merasa sangat terharu; di saat cuaca tidak bersahabat, Pastor dan Ketua Rukun tetap melangkah masuk ke rumah kami. Ini adalah bukti nyata bahwa kami tidak berjalan sendirian dalam iman. Kehadiran ini menghangatkan hati kami lebih dari sekadar kunjungan biasa.”

​2. Keluarga Bapak Briksius Malayat

​”Kami sempat berpikir kunjungan akan ditunda karena hujan deras, namun ketukan pintu dari Pastor dan Bapak Ketua Rukun mengejutkan sekaligus membahagiakan kami. Semangat ‘gembala yang mencari dombanya’ sungguh kami rasakan hari ini. Kunjungan ini menjadi penguatan bagi keluarga kami untuk tetap setia dalam ibadah harian.”

​3. Keluarga Bapak Paulinus Samangun

​”Sebagai keluarga penutup dalam rangkaian kunjungan ini, kami merasa sangat terhormat. Meskipun baju mungkin basah karena hujan, semangat Pastor memberikan sukacita yang besar bagi kami. Ini adalah momen refleksi bagi kami bahwa kesulitan hidup (seperti hujan deras) tidak boleh menghalangi kita untuk saling mengunjungi dan menguatkan dalam persaudaraan kristiani.”

​4. Kesan dari Ketua Rukun Santo Yohanes Maria Vianney

​”Empat bulan telah berlalu sejak kita memulai perjalanan mengelilingi Rukun SYV. Hari ini adalah puncaknya. Melihat ketulusan umat menyambut kami di tengah hujan lebat memberikan kepuasan batin yang luar biasa. Kerjasama antara pihak Paroki dan pengurus Rukun telah membuktikan bahwa pelayanan yang dilakukan dengan kasih akan selalu mencapai tujuannya, sesulit apa pun kondisinya.”

​5. Nasihat Pastor Paroki HKY Olilit Barat.

​(Disampaikan sebagai penutup seluruh rangkaian kunjungan selama 4 bulan)

​”Saudara-saudariku di Rukun SYV yang terkasih dalam Kristus,
​Hujan deras hari ini adalah simbol dari rahmat Tuhan yang membasuh dan menyegarkan ziarah iman kita. Selama empat bulan saya berjalan bersama kalian di rukun ini, saya melihat wajah-wajah yang penuh harapan. Nasihat saya di akhir kunjungan ini adalah:
​Menjadi Gereja yang Hidup: Jangan biarkan semangat persaudaraan ini berakhir seiring selesainya kunjungan rumah. Tetaplah saling menjaga, saling mengunjungi, dan saling mendoakan antar tetangga di rukun ini.

​Ketekunan dalam ‘Hujan’:

Seperti halnya kami tetap datang meski hujan lebat, setialah kepada Tuhan meski badai kehidupan datang menerpa. Jangan menjauh dari altar Tuhan saat hidup terasa sulit.

​Teladan Santo Pelindung:

Jadikanlah semangat Santo Yohanes Maria Vianney sebagai inspirasi untuk mencintai Ekaristi dan hidup dalam kesederhanaan serta ketulusan hati.

​Terima kasih atas keterbukaan pintu rumah dan pintu hati kalian. Semoga Keluarga Kudus Nazaret selalu memberkati rumah tangga kalian semua.”
​Tuhan Memberkati Pelayanan dan Komunitas Rukun SYV! ( Rd Ponsio08).

You may also like