Renungan Siraman Rohani Menjadi Pribadi yang Aktif Leonardus AnsisJuly 22, 2026011 views SIRAMAN ROHAN Kamis, 23 Juli 2026 Matius. 13 : 10 – 17 Menjalani hidup secara aktif berarti kita menjadi ‘nahkoda’bagi diri sendiri. Hidup yang aktif memungkinkan untuk terus bertumbuh dan berkembang, menciptakan makna dari setiap peristiwa serta berusaha mencapai tujuan yang ditetapkan. Orang yang aktif tidak takut gagal dan dia terus mencoba. Dia akan mengambil tindakan proaktif supaya merancang masa depan dan menyelesaikan masalahnya. Bacaan Injil hari ini Yesus berbicara dalam konteks perumpamaan tentang penabur. Yesus memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk bertumbuh dan berkembang melalui bakat, kemampuan dan teristimewa firman-Nya. Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Karena barang siapa mempunyai, akan diberi lagi; tetapi barang siapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga. Melalui perkataan-Nya, Yesus menegaskan kepada para murid-Nya bahwa mereka harus menjalani hidup dengan aktif untuk menerima, menghargai, memanfaatkan, bertumbuh dan berkembang dalam setiap kebenaran firman yang diberi-Nya agar hidup berkelimpahan. Sebaliknya, jika mereka tidak peduli dan mengabaikan kebenaran firmanatau menyiakan kesempatan berharga yang diberikan-Nya, maka semuanya akan hilang daripadanya. Yesus tidak ingin hidup mereka bersifat pasif, hanya diam dan tidak tahu tujuan hidup. Mereka dituntut mengolah segala berkat, anugerah dan kebenaran Tuhan untuk menghasilkan buah dalam hidup. Saudara-saudari terkasih, Yesus mengajarkan kita untuk tidak pasif. Setiap bakat atau kemampuan yang dimiliki adalah anugerah dan berkat Tuhan yang harus dikelola dandikembangkan. Demikian pun juga firman Tuhan yang diberikan-Nya harus kita menanggapi secara aktif untuk merenungkan dan melaksanakan supaya menghasilkan buahyang baik dalam hidup bagi diri sendiri dan sesama. Melalui Injil hari ini, Yesus berpesan kepada kita untuk menjadi pribadi yang aktif, dengan terus belajar merenungkan dan melaksanakan firman-Nya dan mengolah serta mengembangkan bakat yang kita miliki supaya memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semuanya merupakan proses pelajaran berharga untuk membentuk karakter dan meningkatkan kualitas kita seperti Kristus sendiri. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens’ R)