Renungan Siraman Rohani Panggilan Untuk Bertobat Leonardus AnsisJuly 13, 2026012 views SIRAMAN ROHANI Selasa, 14 Juli 2026 Matius. 11 : 20 – 24 Mengagumi kuasa Tuhan tanpa mau bertobat merupakan situasi rohani yang berbahaya. Misalnya, seseorang mungkin takjub melihat mukjizat Tuhan tetapi hatinya tetap keras karena tidak ingin melepaskan cara hidup lama yang berdosa maka mendatangkan hukuman atau penderitaan. Hal yang sama terjadi dalam Injil hari ini, Yesus mengecam kota Khorazimdan Betsaida karena rakyatnya keras hati. Yesus berkata, “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida! Karena jika Tirus dan Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah Kulakukan di tengah-tengahmu, pasti sudah lama mereka bertobat dan berkabung”. Kata ‘celakalah’ mengandung arti peringatan akan suatu penghakiman berat akibat kesombongan dan penolakan terhadap keselamatan yang ditawarkan. Mereka telah melihat banyak mukjzat yang dilakukan Yesus namun tetap menolak percaya dan tidak ingin bertobat. Oleh karena itu, Yesus membandingkan mereka dengan kota Tirus dan Sodon yang merupakan kota kafir dan dianggap jahat. Namun, kota kafir itu akan lebih mudah bertobat jika adanya mukjizat yang sama. Saudara-saudari terkasih, menolak bertobat sama dengan mengabaikan anugerah keselamatan dari Allah dan pastinya berakhir pada hukuman berat. Dalam khotbahnya, Santo Leonardus dari Porto Maurisio menegaskan, “Seseorang yang tidak mau bertobat hingga akhir hayatnya berada dalam bahaya rohani yang sangat besar, karena pertobatan sejati menuntut kesediaan untuk meninggalkan manusia lama dan memperbaiki kesalahan”. Tanpa pertobatan, hidup kita akan menjadi celah masuknya kejahatan dan akhirnya membawa kita kepada kehancuran serta penderitaan. Maka, Yesus dalam Injil hari ini mengajak kita untuk tidak sekadar mengagumi mukjizat Tuhan tetapi juga kita dipanggil untuk bertobat dan merubah cara ‘hidup yang lama’. Kalimat bijak berbunyi, “Jangan merasa diri suci. Jika tidak mampu berlomba dalam kebaikan dengan orang saleh, berlarilah bersama para pendosa untuk berubah menjadi lebih baik”. Tuhan Memberkati (Rev. Fr. Laurens’ R)