Sungguh sebuah perjumpaan yang penuh kasih dan kerendahan hati. Berjalan bersama Baperus Rukun Santo Yohanes Maria Vianney (SYV) di tengah masa Prapaskah ke-2 ini membawa makna mendalam bagi setiap rumah yang dikunjungi.
āBerikut adalah refleksi, “rintihan bisu,” dan ungkapan hati yang lahir dari perjalanan pastoral di Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat tersebut:
āRefleksi Kunjungan 9 Keluarga Kudus
āSetiap pintu yang diketuk adalah saksi bisu perjuangan iman umat di tengah hiruk-pikuk dunia. Berikut adalah getaran rasa dari setiap perjumpaan:
ā1. Kel. Bpk. Iwan Teftutul:
Menemukan ketenangan di tengah rutinitas; doa yang mengalir sederhana namun menghunjam ke hati.
ā2. Kel. Bpk. Viktor Humeon:
Sebuah perjumpaan tentang keteguhan; bagaimana iman menjadi jangkar dalam ombak kehidupan keluarga.
ā3. Kel. Bpk. Andrews
Junanto: Ruang tamu yang menjadi “gereja kecil,” di mana kehadiran gembala membawa sejuk bagi penghuninya.
ā4. Kel. Bpk. Marselinus
Futwenbun: Rintihan syukur atas berkat yang tak terlihat namun dirasakan dalam kesehatan dan kebersamaan.
ā5. Kel. Bpk. Matheus
Tuatanase: Sebuah dialog hati; tentang bagaimana meletakkan beban hidup di kaki salib Kristus.
ā6. Kel. Bpk. Nus Kelbulan:
Kehangatan persaudaraan yang membuktikan bahwa tak ada jarak antara altar dan pasar (kehidupan sehari-hari).
ā7. Kel. Ibu Oya Rangkore:
Ketabahan seorang ibu yang menjadi pilar doa, memohon perlindungan bagi anak cucu.
ā8. Kel. Bpk. Simon Batlayeri
Refleksi tentang kerja keras yang diberkati; mengayunkan langkah dengan penuh harapan.
ā9. Kel. Ibu Lusia Batlayeri:
Kesetiaan dalam kesunyian; sebuah pengingat bahwa Tuhan selalu hadir bagi mereka yang menanti dengan setia.
ā10. Ungkapan Hati Dewan Rukun SYV
ā”Kami merasa dikuatkan. Kehadiran Pastor bukan sekadar formalitas kunjungan, melainkan ‘sapaan Allah’ yang nyata bagi kami. Di masa Prapaskah ini, berjalan bersama ini menyatukan kami kembali sebagai satu tubuh dalam semangat Santo Yohanes Maria Vianney yang rendah hati dan melayani.”
ā11. Ungkapan Hati Pastor Paroki HKY Olilit Barat
ā”Langkah saya mungkin lelah, namun hati saya penuh. Melihat wajah-wajah umat adalah melihat wajah Kristus yang sedang memanggul salibnya masing-masing. Di setiap rumah, saya tidak hanya memberi berkat, tapi saya justru ‘diberkati’ oleh iman mereka yang tulus.
Kiranya Novena St. Fransiskus Xaverius ini membakar semangat kita untuk terus menjadi misionaris cinta kasih, mulai dari dalam rumah kita sendiri.”
āPesan Penutup:
Semoga kunjungan ini bukan sekadar lewat, melainkan membekas sebagai kekuatan bagi 9 keluarga tersebut untuk menjalani sisa masa Prapaskah dengan hati yang baru. (RD PONSIO08)