Salve! Sungguh sebuah pemandangan yang menyejukkan hati. Meski rintik hujan turun membasahi bumi setelah Novena Santo Yosep hari ke-7, tepat pkl. 07.15-09.10 WIT semangat sang gembala untuk menemui domba-dombanya di Rukun Santo Paulus tetap membara.
āMari kita selami “Rintihan Hati dan Suka Cita” dari kunjungan pastoral tersebut:
āSuara Hati Keluarga Rukun Santo Paulus
Bapak Hilarius Rangkore
“Sebuah kehormatan bagi kami. Kedatangan Pastor seperti membawa berkat Santo Yosep langsung ke ruang tamu kami. Hujan ini bukan penghalang, melainkan tanda kesuburan iman.”
āIbu Hendrieta Umpanmetan
“Terima kasih atas kepeduliannya, Pastor. Dalam kesederhanaan rumah kami, kehadiran Pastor dan Baperus Rukun menguatkan kami untuk terus setia dalam doa.”
āIbu Deta Wermasubun
“Suka cita yang luar biasa! Merasa sangat diperhatikan oleh Gereja. Rintihan lelah kami sirna seketika saat didoakan bersama-sama.”
āBapak Roni Kafroliubun
“Kunjungan ini adalah pengingat bahwa kami tidak berjalan sendirian. Terima kasih telah menyempatkan waktu di tengah cuaca yang kurang bersahabat.”
āIbu Vin Kau
“Ada rasa damai yang hadir. Kehadiran Pastor membuktikan bahwa kasih Tuhan itu nyata dan hadir menjemput bola, bukan hanya menunggu di altar.”
āBapak Benedictus Heatubun
“Kami merasa dikuatkan. Melalui kunjungan ini, kami diingatkan untuk terus meneladani ketaatan Santo Paulus dalam menjaga kerukunan di rukun ini.”
āBapak Toni Batyol
“Terima kasih Pastor sudah sudi mampir. Ini menjadi penyemangat bagi keluarga kami untuk lebih aktif lagi dalam kegiatan lingkungan dan Gereja.”
āIbu Asunta Boina
“Hati saya terharu. Di masa Prapaskah ini, kunjungan Pastor adalah oase bagi jiwa kami yang haus akan bimbingan rohani.”
āBapak Alfaris Batlayeri
“Keluarga kami merasa sangat diberkati. Dialog singkat dan doa bersama tadi sungguh membangkitkan semangat iman yang baru bagi anak-cucu kami.”
āPesan Pastor Paroki (Pekan Prapaskah IV)
ā”Menjadi Terang di Tengah Kegelapan”
āDi Pekan Prapaskah IV ini, yang sering disebut sebagai Minggu Laetare (Minggu Bersukacita), Pastor Paroki menitipkan pesan mendalam bagi seluruh keluarga:
āKesetiaan dalam Hal Kecil:
Seperti Santo Yosep yang taat tanpa banyak kata, keluarga-keluarga diajak untuk setia dalam doa harian dan tanggung jawab rumah tangga.
āPertobatan yang Menghidupkan:
Masa Prapaskah bukan sekadar menahan lapar, tapi membersihkan hati dari dendam dan egois agar layak menyongsong Paskah.
āSolidaritas Rukun:
Jadikan Rukun Santo Paulus sebagai “Keluarga Kudus” yang baru, di mana tetangga saling menolong dan saling mendoakan, terutama bagi mereka yang sedang sakit atau berkesusahan.
āSukacita di Tengah Perjuangan:
Jangan takut pada “hujan” tantangan hidup. Ingatlah bahwa sesudah Pekan Suci, cahaya Kebangkitan pasti akan terbit. (RD PONSIO08)