(Rabu, 27-05-2026)
Semoga kasih Allah memberkati kita selalu
Bacaan-Bacaan Liturgi
Hari Biasa, Pekan Biasa VIII
Bac I: 1 Ptr 1:18-25
Bac Injil: Mrk 10:32-45
Pesan Tuhan Hari Ini
Pertama, Kehebatan Sejati Diukur dari Pelayanan. Jika dunia menganggap orang “besar” adalah mereka yang dilayani, memiliki kuasa, dan bisa memerintah orang lain, Yesus menegaskan hal sebaliknya: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” Dengan kata lain, kehormatan sejati tidak ditemukan dalam jabatan atau privilese, melainkan dalam kerelaan untuk merendahkan diri dan melayani sesama.
Kedua, keberanian menghadapi realitas pengorbanan.
Yesus berjalan di depan menuju Yerusalem dengan kesadaran penuh akan penderitaan yang menanti-Nya (diejek, diludahi, disesah, dan dibunuh). Dengan kata lain, Yesus menunjukkan integritas dan keteguhan hati. Menghidupi kebenaran dan nilai moral sering kali menuntut pengorbanan serta kenyamanan pribadi. Mengikut jalan yang benar tidak selalu menjanjikan kemudahan.
Ketiga, Yakobus dan Yohanes menunjukkan ambisi yang keliru, mereka meminta posisi terbaik (duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus) tepat setelah Yesus berbicara tentang penderitaan-Nya. Ini adalah teguran moral bagi kita untuk memeriksa motivasi diri. Sering kali, manusia terjebak dalam ambisi buta demi mengejar status, popularitas, atau keuntungan pribadi, hingga mengabaikan rasa empati dan penderitaan orang lain di sekitarnya.
Keempat, Yesus dalam Injil secara eksplisit mengkritik gaya kepemimpinan para penguasa bangsa-bangsa lain yang “memerintah dengan tangan besi” (lord it over them). Dengan kata lain, Yesus mau menegaskan bahwa siapa saja yang memiliki otoritas (baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun komunitas): kekuasaan tidak boleh digunakan sebagai alat manipulasi, kontrol, atau penindasan, melainkan sebagai sarana untuk mengupayakan kesejahteraan dan kebaikan bersama.
Kelima, puncak dari perikop ini ditutup dengan teladan Yesus sendiri, yang memberikan nyawa-Nya sebagai “tebusan bagi banyak orang”. Dengan kata lain, penginjil mau menunjukkan bahwa kehadiran Yesus menjadi teladan bagi kita untuk peduli dan berani mengambil risiko demi membebaskan atau meringankan beban sesama yang sedang mengalami kesulitan.
Marilah berdoa
Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu berkorban demi kebahagiaan bersama.
Salam kasih dan doa,
RD. Domincs Baldawins Masriat