Renungan Siraman Rohani Syarat Menjadi Keluarga Allah Leonardus AnsisJuly 20, 202605 views SIRAMAN ROHANI Selasa, 21 Juli 2026 Matius. 12 : 46 – 50 Bacaan Injil hari ini menunjukkan bahwa hubungan dengan Yesus bukan hanya sebatas ikatan darah (biologis) melainkan ikatan rohani yang didasarkan pada ketaatan dalammelakukan kehendak Bapa. Yesus bersabda, “Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku”. Melalui perkataan ini, Yesus ingin memberikan perbedaan antara keluarga secara jasmani dan rohani. Menjadi keluarga jasmani berfokus pada persaudaraan melalui hubungan darah, sedangkan keluarga rohani berfokus kepada hidup persaudaraan dalam melakukan kehendak-Nya. Yesus tidak menolak keluarga-Nya tetapi Dia ingin memperluas arti keluarga dalam Kerajaan Allah. Maka, pelaksanaan kehendak Allah dianggap lebih dekat daripada sekadar hubungan keluarga sedarah. Syarat untuk menjadi keluarga Allah yaitu ketaatandalam melakukan kehendak-Nya. Inilah bukti kasih yang mengajarkan kita untuk menempatkan Yesus menjadi pusat hidup kita sehari-hari. Santo Yohanes Paulus IIpernah berkata “Allah sendiri sebagai keluarga karena adanya relasi kasih di dalam Tritunggal Mahakudus”.Jadi, bergabung dalam keluarga Allah berarti menempatkan kasih Allah yang paling utama dalamhidup kita. Oleh karena itu, kita bukan saja keluarga sebatas ikatan darah, melainkan juga ikatan rohani dengan Allah. Kesempurnaan hidup kita terletak pada pelaksanaankehendak Allah. Inilah panggilah hidup kita sebagai pengikut-Nya di dunia untuk menyatakan cinta kasih kepada sesama, melayani sesama dan menjadikan keluarga sebagai tempat perjumpaan dengan Tuhan. Santo Alfonsius de Ligouri pernah berkata,“Kesempurnaan hidup kristiani terletak pada penyatuan kehendak kita dengan kehendak Allah.” Saudara-saudari terkasih, Yesus berpesan kepada kita untukmengarahkan segala hidup dalam melakukan kehendak-Nya dengan menempatkan rencana Tuhan di atas segalanya, menjadikan firman-Nya sebagai penunjuk moral dan memancarkan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Memberkati. ( Rev. Fr. Laurens ’ R)