EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESenin, 20 Juli 2026Injil: Mat. 12 : 38 – 42 Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini:āKesetiaan adalah karakter bawaan yang Tuhan anugrahkan kepada …
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESenin, 20 Juli 2026Injil: Mat. 12 : 38 – 42 Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini:āKesetiaan adalah karakter bawaan yang Tuhan anugrahkan kepada …
SIRAMAN ROHANI Sabtu, 18 Juli 2026 Matius. 12 : 14 – 21 Bacaan Injil hari ini menunjukkan sikap kelembutan dan kasih sayang Tuhan kepada semua orang. Walaupun dunia ini kejam dan keras, namun Tuhan tidak pernah membuang atau menghancurkan …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA NAMLEA, PULAU BURUSabtu, 18 Juli 2026Injil: Mat. 12 : 14 – 21 Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini:āHarapan pada Tuhan tak pernah mengecewakan karena …
āOleh: Rd. Ponsio OngirwaluāTernate, Jumat 17 Juli 2026 ā1. Menatap Masa Lalu: Maluku Utara dalam Dekade Misi (2007ā2017) āKetika kaki ini pertama kali menapak kuat untuk bermisi di bumi Maluku …
SIRAMAN ROHANI Jumat, 17 Juli 2026 Matius. 12 : 1 – 8 Ketika aturan ditempatkan lebih tinggi daripadakesejahteraan manusia maka empati atau belas kasihmanusia akan hilang dalam dirinya dan seseorang akanbersifat individualistik (hanya mementingkankepentingan pribadi). Maka, aturan yang diterapkanharus melihat konteks dan situasi khusus seseorangsupya mencapai kedamaian dan kebahagiaan dalamhidupnya. Bacaan Injil hari inimenceritakan tentang para murid memetik bulir gandum dan memakannya pada hari Sabat.Larangan utama dalam aturanhari Sabat yaitu tidak bolehmelakukan pekerjaan. Maka, orang Farisi berkata kepada Yesus, āLihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkanpada hari Sabat. Perkaatan ini menunjukkan sikaporang Farisi yang sangat menjunjung tinggi aturanYahudi. Yesus menjawab mereka, āYang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahanā. UcapanYesus mengandung teguran kepada orang Farisi yang lebih mementingkan aturan Yahudi daripada belas kasihkepada sesama. Bagi Yesus, aturan harus didasarkanatas belas kasih yang menjadi bagian penting dari nilaikemanusiaan yang murni. Belas kasih menimbulkankeadilan dan kesejahteraan bagi sesama. Sesungguhnya, tujuan ketataan orang Farisi terhadap aturan untukmelihat kesalahan orang lain dibandingkan penderitaanmereka. Sikap kehidupan inilah yang dikecam Yesus. Saudara-saudari terkasih, kita dipanggil untuk melayanidengan kasih dan menaruh empati kepada orang yanglapar, miskin dan menderita. Oleh karena itu, Yesusmengingatkan kita untuk menaruh belas kasih kepadasesama daripada taat pada aturan yang kaku. Allah kitaadalah kasih, maka kita belajar untuk menaruh belaskasih kepada semua orang daripada sekadar ketaatanritual keagamaan (persembahan). Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens ā R)
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISEJumat, 17 Juli 2026Injil: Mat. 12 : 1 – 8 Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini:āIngatlah bahwa engkau memiliki hati yang berbelas kasih …
SIRAMAN ROHANI Kamis, 16 Juli 2026 Matius. 11 : 28 – 30 Penderitaan atau masalah yang berat membuat seseorang putus harapan dan tidak mampu bertahan. Dalam Psikologi, kondisi ini dipelajari dalam konsep learned helplessness (ketidakberdayaan yang dipelajari). Seseorang yang menghadapi masalah berat secara terus menerus merasa …
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA METROPOLITAN JAKARTAKamis, 16 Juli 2026Injil: Mat. 11 : 28 – 30 Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini: āKedamaian dan ketenangan jiwa tidak bergantung pada …
Renungan Pagi15.07.2027 (Matius 11:25-27) āAku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa⦠sebab semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang-orang kecil.ā (Mat. 11:25) Sering kali …
SIRAMAN ROHANI Rabu, 15 Juli 2026 PW. St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja Matius. 11 : 25 – 27 Kesombongan dapat membutakan mata manusia dan membuat mereka jauh dari hikmat Tuhan. Manusia hanyabergantung pada kekuatannya dan kekayaan duniawisehingga menjauhkan diri dari Sang Pencipta. Bacaan Injil hari ini, Yesusmenaruh perhatian kepada orangmiskin dan rendah hati bukan orang yang sombong. Dia berkata, ā Akubersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya ituKausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecilā. Bagi Yesus, āorang kecilā menunjuk pada orang miskin dan rendah hatiyang mudah membuka hati dan menyadari akanketergantungan penuh pada Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang mau diajar dan dibimbing karena menyadariketidakmampuan mereka serta bersandar pada kasihTuhan. Sebaliknya, orang pintar seringkali mengandlkanlogikanya dan merasa diri bijak daripada orang lain seperti sikap para Ahli Taurat dan orang-oang Farisi. Saudara-saudari terkasih, pada hari ini kitamemperingati Santo Bonaventura, Uskup dan PujanggaGereja. Ia selalu bergantung kepada Yesus, terutama salibYesus yang merupakan pusat spiritualitas dan karyateologinya. Ia juga memiliki ketergantungan mendalamdengan Yesus melalui devosi yang besar terhadap sakramenMahakudus. Karena itu, Santo Bonaventura tidak pernahmengandalkan kepandaian teologi yang dimilikinyamelainkan doa dan permenungan mendalam akan cintakasih Kristus Dengan demikian, melalui bacaan Injil dan peringatanSanto Bonaventura hari ini, kita diajak untuk selalubergantung kepada Yesus dalam seluruh aspek kehidupan. Bergantung pada Yesus bukan tanda kelemahan kita, melainkan bukti iman bahwa Dia adalah sumber kekuatankita tanpa batas. Kita belajar menajdi āorang kecilā …
Keuskupan Amboina adalah adalah salah satu keuskupan yang terletak di Indonesia, serta merupakan keuskupan sufragan dari provinsi gerejawi yang juga berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Agung Makassar dan Keuskupan Manado. Wilayah keuskupan ini mencakup seluruh wilayah geografis Kepulauan Maluku seluas 77.990 km².
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis