Kebaikan Kepada Sesama Adalah Hukum Tertinggi Leonardus AnsisSeptember 7, 2026029 views SIRAMAN ROHANI Senin, 7 September 2026 Lukas. 6 : 6 – 11 Ada sebuah prinsip moral klasik yang dikenal dalam dunia hukum dan filsafat yaitu Salus Populi Suprema Lex Estoartinya kebaikan rakyat atau sesama adalah hukum tertinggi. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa aturan secaraidealnya bertujuan menertibkan untuk melindungi manusia, bukan untuk membatasi ruang gerak manusia untuk berbuatbaik kepada sesama. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Aturan Sabat dalam hukum Taurat adalah laranganuntuk berhenti total dari segala pekerjaan. Perisitiwa inimembuat ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi menyalahkan Yesus karena melakukan pekerjaan pada hariyang dikuduskan bagi Tuhan. Mereka adalah kelompokreligius yang sangat setia dan taat pada aturan Taurat. Merekaterlau mencintai aturan sehingga melupakan kasih dan kepedulian kepada sesama. Yesus tahu pikiran mereka maumenjebak-Nya. Namu, Yesus tetap menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya. Dia berkata, “Bangunlah dan berdirilah di tengah”. Lalu, Yesus sekali lagi berkata, “Ulurkanlah tanganmu”!. Maka, orang itu mengulurkantangan dan ia pun sembuh. Melalui peritsiwa kesembuhan ini, Yesus ingin menunjukkan kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi bahwa melakukan kebaikan dan menolong orang yang sakit atau menderita jauh lebih utama daripada sekadartaat pada aturan lahiriah. Saudara-saudari terkasih, aturan dibuat untuk melayanikebaikan bersama, bukan untuk mencelakakan atau menyiksasesama. Tindakan Yesus dalam Injil hari ini mengajarkan kitabahwa kebaikan kepada sesama tidak boleh dihentikan oleh aturan Taurat atau hari Sabat. Kebaikan kepada sesamaadalah tanggungjawab moral yang harus kita lakukan. Kita ingat akan perintah ini “Kasihilah sesamamu manusia sepertidirimu sendiri’ adalah hukum terutama dan terpenting dalamaturan Taurat. Cinta kasih kepada sesama menjadi inti hukumTuhan.… Read more
TERUSLAH BERBUAT BAIK Leonardus AnsisSeptember 6, 2026031 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESenin, 07 September 2026Injil: Luk. 6 : 6 – 11 ”Kalau tidak rela dan mampu berbuat baik maka janganlah mencurigai, iri hati dan bahkan… Read more
MENYEMBUHKAN BUKAN MELUKAI Leonardus AnsisSeptember 5, 2026032 views INSPIRASI FIRMAN TUHANMinggu, 06 September 2026MINGGU BIASA XXIIIHari Minggu Kitab Suci NasionalBacaan I: Yeh. 33 : 7 – 9Bacaan II: Rom. 13 : 8 – 10Injil: Mat. 18 : 15… Read more
Hari Sabat : Menghadirkan Kebaikan Kepada Sesama Leonardus AnsisSeptember 5, 2026027 views SIRAMAN ROHANI Sabtu, 5 September 2026 Lukas. 6. 1 – 5 Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang para murid Yesusmemetik dan memakan gandum pada hari Sabat. Hal inimenimbulkan kritikan dari orang Farisi karena tindakanmereka sudah melanggar hukum Sabat tentang melakukanpekerjaan pada hari tersebut. Beberapa orang Farisi berkata, “Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidakdiperbolehkan pada hari Sabat?” Pertanyaan ini munculkarena orang Farisi adalah kelompok religious yang taatpada hukum Taurat terutama aturan mengenai hukum hariSabat. Salah satu bunyi hukum Sabat yaitu larangan segalabentuk pekerjaan pada hari Sabat untuk menghormati hariyang dikhususkan bagi Tuhan. Mengenai pertanyaan orang-orang Farisi, Yesus pun menjawab mereka, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hariSabat”. Perkataan Yesus ini ingin membela para murid-Nya. Namun, lebih dari pada itu perkataan-Nya mengandung arti yang mendalam untuk mengingatkan semua orang bahwaaturan atau hukum diciptakan demi kebaikan manusia, bukan menyiksa atau membelenggu mereka terutama dalamhal kasih kepada sesama dan kebutuhan dasar mereka. Yesus menunjukkan otoritas tertinggi yang menciptakanhukum Sabat. Jadi, Dia berhak menentukan bagaimana hariSabat dimaknai dan digunakan sebaik mungkin. Bagi Yesus, Sabat sejati memberikan pemulihan dan kelegaan kepadasemua orang, di mana Kristus tetap menjadi pusat dalamkehidupan manusia. Saudara-saudari terkasih, makna terdalam hari Sabat bukanhanya dilihat sebagai aturan atau istirahat dalam bekerjatetapi menjadi peluang bagi kita untuk terus berbuat kasih. Kasih adalah dasar hari Sabat. Sabat menjadi haripemulihan, memenuhi kelangsungan kebutuhan dasar, merawat orang sakit, menolong sesama atau berbagi denganorang yang berkekurangan. Oleh karena itu, Yesus dalamInjil hari ini mengingatkan kita bahwa Sabat bukan sekadarberhenti bekerja melainkan waktu terbaik untukmenghadirkan kebaikan kepada semua orang. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens’ R) Read more
HUKUM MELAYANI MANUSIA Leonardus AnsisSeptember 4, 2026028 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESabtu, 05 September 2026Sta. Teresa dari KalkutaHari Sabtu ImamInjil: Luk. 6 : 1 – 5 ”Manusia yang bersalah pantas dihukum demi keteraturan dan keadilan,… Read more
TERLALU SIBUK DENGAN URUSAN ORANG LAIN Leonardus AnsisSeptember 3, 2026034 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA TERNATEJumat, 04 September 2026Injil: Luk. 5 : 33 – 39 ”Banyak orang lupa bahwa pada waktu jari telunjuk mengarah kepada orang lain, tiga jari yang… Read more
Taat Pada Perintah-Nya Leonardus AnsisSeptember 3, 2026024 views SIRAMAN ROHANI Kamis, 3 Septmber 2026 Pw. St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja Lukas. 5 : 1 – 11 Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang kisah Petrus yang gagal menangkap ikan sepanjang malam. Petrus merasa putus asa dan kelelahan karena jalanya tidakberhasil mendapatkan ikan. Namun, Yesus datangkepadanya dan berkata “ Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan”. Bagi seorang nelayan yang berpengalaman tentu hal itu terasasia-sia untuk dilakukannya. Namun, perkataan Yesus itumerupakan ajakan untuk taat kepada-Nya. Akhirnya, Petrus melakukan perintah-Nya untuk menebarkankembali jalanya ke danau. Ketaatan Petrus tersebutmenghaslkan tangkapan ikan yang banyak sampai jalahampir rusak. Peristiwa ini tentu terjadi melampaui batas pikiran manusia. Yesus ingin menunjukkan bahwa Iasanggup mengubah kesia-sian hidup manusia menjadiberkat yang melmpah. Kita dapat belajar dari ketaatan Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja. Ketaatan Paus Gregorius Agung terlihat dari pilihan hidupnya yang merendahkandiri sebagai “Hamba dari Para Hamba Allah” sertakepatuhannya yang mutlak pada kehendak Tuhan dan tugas Gereja. Dia juga mendedikasikan seluruh hidupnyauntuk melayani umat, merawat orang miskin, dan menyebarkan ajaran iman tanpa mencari kehormatan dirisendiri. Saudara-saudari terkasih, Yesus mengingatkan kita dalamInjil hari ini untuk tidak mudah putus asa saat usaha ataupekerjaan kita gagal. Tetap berjuang dan libatkan Yesusdalam seluruh hidup kita. Ketaatan pada perintah-Nya mendatangkan mukjizat yang di luar logika kita dapatmengubah hidup kita dari kesia-sian menjadi sebuah berkat yang melimpah. Keadaan inilah yang dialami oleh… Read more
DUC IN ALTUM: BERTOLAKLAH KE TEMPAT YANG LEBIH DALAM Leonardus AnsisSeptember 2, 2026023 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA STASI TEDENG, HALMAHERA BARATKamis, 03 September 2026PW St. Gregorius AgungInjil: Luk. 5 : 1 – 11 ”Jangan pernah ragu, khawatir atau takut ketika Tuhan memintamu… Read more
DUC IN ALTUM: BERTOLAKLAH KE TEMPAT YANG LEBIH DALAM Leonardus AnsisSeptember 2, 2026023 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA STASI TEDENG, HALMAHERA BARATKamis, 03 September 2026PW St. Gregorius AgungInjil: Luk. 5 : 1 – 11 ”Jangan pernah ragu, khawatir atau takut ketika Tuhan memintamu… Read more
Melayani Sesama Sambil Mewartakan Injil Allah Leonardus AnsisSeptember 2, 2026025 views SIRAMAN ROHANI Selasa, 2 September 2026 Lukas. 4 : 38 – 44 Bacaan Injil hari ini menunjukkan kepedulian Yesus kepada semua orang termasuk ibu mertua Petrus yang sedang sakit. Yesus tidak hanya diam. Ia memegang… Read more