
SIRAMAN ROHANI
PW. St. Bernardus Abas dan Pujangga Gereja
Kamis, 20 Agustus 2026
Matius. 22 : 1 – 14
Dalam acara perkawinan anak-anak kita atau orang lain biasanya kita selalu menyibukkan diri untuk mencaripakaian pesta yang terbaik. Bahkan, ada yang mempersiapkan pakaian pesta berbulan-bulan. Ada jugayang berjuang untuk diet supaya pakaian yang dipakaicocok dan sesuai ukuran tubuhnya agar terlihat cantik atauganteng.
Sebagaimana dalam Injil hari ini berbicara tentangperjamuan nikah yang mengingatkan setiap undangan perluberpakaian pesta. Namun, adapula yang datang tidakmenggunakan pakaian pesta. Maka, ia berkata kepada-Nya, āHai saudara, bagaimana saudara masuk tanpaberpakaian pesta?ā. Raja menghendaki agar semuaundangan menggunakan pakaian pesta sebagai bentukpersiapan yang serius untuk datang ke pesta yang telahdisediakan.
Saudara-saudari terkasih, begitu pula jika kita ingin masukke dalam Kerajaan Surga maka diperlukan perisapan. Kita perlu menggunakan āpakaian pestaā yang berarti simboldari kesiapan hati dan pikiran kita supaya tidak ternoda di hadapan-Nya. Relasi kita dengan Allah sebagai undanganterbuka untuk memperoleh keselamatan-Nya. Namunsayangnya, tidak semua orang memiliki persiapan yang baik. Ada yang setia menjalankan ajaran kasih-Nya namunadapula yang tidak peduli bahkan tidak mau menjalankanperintah-Nya. Kita dituntut persiapan batin kita untukmenghadap Allah dalam Kerajaan Surga. Kita dapat belajardari Santo Bernardus Abas yang diperingati hari ini. Dia telah menunjukkan persiapan batin yang luar biasa melaluihidup doa dan ketaatannya kepada Tuhan. Ia juga hidupdalam kesucian dan menjadi penasihat penting bagi para pemimpin Gereja pada masanya.
Oleh karena itu, Yesus mengingatkan kita melalui Injil hariini untuk mempersiapkan hati dan pikiran kita menuju keKerajaan Surga kelak. Kita harus membersihkan diri kitadari segala hal yang buruk dan memperbanyak hidup amaldan pertobatan. Kita juga belajar dari pribadi Santo Bernardus Abas untuk mempersiapkan hati kita melaluihidup doa yang kuat dan selalu taat pada kehendak Tuhan serta menjaga kesucian diri kita dari segala pengaruhkejahatan dunia. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurensā R)