SIRAMAN ROHANI
Pw. St. Pius X, Paus
Jumat, 21 Agustus 2026
Matius. 22 : 34 – 40

Setiap lembaga atau organisasi pasti mempunyai hukum. Hukum ada dan dibuat bukan untuk menyengsarakanmanusia, tetapi menegakkan keadilan, menciptaketenteraman, melindungi hak, dan menjagakesejahteraan serta keharmonisan masyarakat.
Dalam Injil hari ini, para Ahli Taurat dan orang Farisi mencoba menjebak Yesus dengan memberikanpertanyaan mengenai hukum yang terutama dalam Taurat. Mereka bertanya, āGuru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum taurat?ā Mereka merujuk pada ujian atau pencarian prinsip utama di antara 613 perintahdalam Taurat Musa. Dengan singkatnya Yesus menjawabbahwa hukum yang terutama yaitu, pertama: mengasihiTuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kedua, mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Keduahukum ini menekankan tentang kasih. Bagi Yesus, keduahukum ini menjadi asas dan pegangan utama yang menopang seluruh hukum Taurat dan Kitab Para Nabi.
Saudara-saudara terkasih, tiga hal penting yang harus kitatanamkan dalam hidup kristiani yaitu iman, harap dan kasih. Iman adalah dasar percaya kepada Allah. Pengharapan adalah keyakinan akan janji keselamatan di masa depan. Kasih adalah tindakan nyata mengasihiAllah dan sesama dengan tulus. Diantaranya ketiganyayang paling besar adalah kasih. Oleh karena itu, Yesusdalam Injil hari ini menekankan tentang hukum kasih dan mengingatkan kita untuk mengasihi Allah dan sesamadengan tulus. Kita juga dapat meneladani Santo Pius X yang diperingati hari ini. Ia menunjukkan kasih yang tulus dalam menyerahkan hidupnya bagi Tuhan dan sesama melalui doa dan pelayannya. Kasih yang tulustidak hilang karena jarak, tetapi semakin kuat melalui doadan kepercayaan. Jadi, jika hati kita dipenuhi dengankasih maka segala tindakan kita pasti terarah kepadakebaikan. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurensā R)