Home Ā» Sejenak Sabda

Sejenak Sabda

by Leonardus Ansis
0 comments


(Selasa, 09-06-2026)

Semoga kasih Allah memberkati kita selalu

Bacaan-Bacaan Liturgi
Hari Biasa, Pekan Biasa X

Bac I: 1 Raj 17:7-16
Bac Injil: Mat 5:13-16

Pesan Tuhan Hari Ini

Pertama, garam pada zaman dahulu berfungsi sebagai pengawet agar daging tidak membusuk, dan sebagai pemberi rasa agar makanan tidak hambar. Berkaitan dengan hal ini, kita dipanggil untuk hidup bagaikan garam. Dengan kata lain, hendaklah di mana pun kita ditempatkan (di rumah, sekolah, tempat kerja, atau lingkungan sosial), kita harus menjadi “pengawet moral”. Artinya, kehadiran kita harus mencegah kebusukan moral di sekitar kita seperti korupsi, gosip, ketidakadilan, atau kebencian. Kita juga dipanggil untuk memberi “rasa” (sukacita, semangat, dan kedamaian) bagi orang-orang yang sedang putus asa.

Kedua, bahaya terbesar seorang manusia bukan karena dunia ini jahat, melainkan ketika kita kehilangan jati diri dan berkompromi dengan kejahatan. Oleh karena itu, hendaklah kita menjaga konsistensi iman dan prinsip hidup. Jangan sampai kita ikut-ikutan menjadi arus yang merusak, karena jika kita kehilangan integritas, kita tidak lagi memiliki nilai apa pun untuk ditawarkan kepada dunia.

Ketiga, kebaikan tidak boleh disembunyikan karena takut atau malu. Kita diajak untuk berani menunjukkan nilai-nilai kebenaran. Menjadi terang berarti menjadi teladan hidup yang jelas melalui kejujuran, keramahan, dan keadilan, sehingga orang lain yang sedang berada dalam “kegelapan” (kebingungan, kesedihan, atau dosa) bisa melihat jalan yang benar melalui hidup kita.

Marilah berdoa
Ya Allah berkatilah kami agar kami mampu menjadi garam dan terang dunia.

Salam kasih dan doa,
RD. Domincs Baldawins Masriat

You may also like