Home Ā» Cita-cita Menjadi Pastor

Cita-cita Menjadi Pastor

by Leonardus Ansis
0 comments

Sungguh sebuah momen yang luar biasa, menyentuh hati, dan penuh berkah di Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat pagi ini.

Apresiasi yang diberikan oleh Pastor Paroki bukan sekadar hadiah materi, melainkan benih panggilan (vokasi) dan perhatian pastoral yang nyata bagi anak-anak sebagai masa depan Gereja.

​Berikut adalah tulisan, refleksi, dan ungkapan hati
yang dirangkum berdasarkan peristiwa iman pada hari Selasa, 9 Juni 2026 ini.

​Refleksi & Ungkapan Hati Anak-Anak Penerima Apresiasi

​1. Jordan Futwenbun
(Kelas 5 SD Naskat Donbosco 3 Saumlaki)

​Cita-cita: Menjadi Pastor
Hadiah dari Pastor: Buku Gambar dan Buku Tulis Tuhan Yesus

​Ungkapan Hati Jordan:

“Saya sangat senang dan bangga sekali pagi ini. Membaca Kitab Suci sebagai Lektor di depan Pastor dan umat membuat jantung saya berdegup kencang, tapi saya tahu Tuhan Yesus menemani saya. Ketika saya maju dan berjanji di hadapan Pastor bahwa saya ingin menjadi seorang imam, rasanya ada kedamaian di hati. Buku gambar dan buku tulis bergambar Tuhan Yesus ini akan saya jaga baik-baik. Ini akan menjadi pengingat bagi saya untuk rajin belajar dan berdoa demi meraih cita-cita saya menjadi seorang Pastor yang melayani umat.”

​2. Alfaro Fransiskus Fanumbi (Kelas 4 SD Naskat Donbosco 1 Olilit Barat)

​Cita-cita: Menjadi Pastor
Hadiah dari Pastor: Buku Tulis, Buku Gambar, dan Uang Transportasi

​Ungkapan Hati Alfaro:

“Menyanyikan Mazmur Tanggapan hari ini rasanya sangat spesial, apalagi ini adalah Hari ke-7 Novena Santo Barnabas Rasul. Ketika Pastor memanggil kami dan memberikan apresiasi, saya merasa sangat dihargai. Janji saya kepada Pastor untuk menjadi pelayan altar dan kelak menjadi Pastor adalah janji yang tulus dari hati. Terima kasih, Pastor, atas buku tulis, buku gambar, dan bantuan transportasi sekolahnya. Hadiah ini membuat saya semakin semangat untuk terus bernyanyi bagi kemuliaan nama Tuhan.”

​3. Mario & Gloria Saikmat (Kaka-Adik Kandung, Utusan Rukun Santa Theresia)

​Tugas: Misdinar (Pelayan Altar) Misa Pagi
Hadiah dari Pastor: Uang Transportasi ke Sekolah

​Ungkapan Hati Mario & Gloria:

“Sebagai kakak beradik, kami selalu saling menyemangati untuk bangun pagi dan melayani di altar sebagai Misdinar. Kami tidak mengharapkan apa-apa selain ingin mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan di paroki kita. Namun pagi ini, kejutan dari Pastor Paroki sungguh luar biasa. Bantuan uang transportasi ke sekolah ini sangat berarti bagi kami dan meringankan beban orang tua kami. Terima kasih banyak, Pastor, atas perhatian dan kasihnya kepada kami berdua. Kami berjanji akan semakin rajin bertugas.”

​3. Keterwakilan Orang Tua:

Ungkapan Syukur dan Dukungan

​”Anak adalah Titipan Tuhan, Panggilan Mereka adalah Berkat bagi Keluarga”
​Mewakili segenap orang tua dari anak-anak Rukun Santo Paulus dan Rukun Santa Theresia, kami menghaturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Pastor Paroki HKY Olilit Barat.

​Melihat anak-anak kami berani berdiri di mimbar, membaca Kitab Suci, melantunkan mazmur, dan melayani sebagai misdinar adalah sebuah kebahagiaan rohani yang tak ternilai harganya. Lebih menyentuh hati lagi ketika mendengar Jordan dan Alfaro dengan tegas menyatakan kerinduan hati mereka untuk menjadi Pastor di masa depan.
​Apresiasi berupa buku, alat tulis, dan uang transportasi dari Pastor adalah bentuk dukungan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan anak-anak kita.

Sebagai orang tua, kami berkomitmen untuk menjaga benih panggilan ini di dalam rumah tangga, membimbing mereka agar tetap setia pada janji pagi ini, dan terus mendukung pelayanan anak-anak di dalam Gereja.

​4. Nasehat Pastor Paroki

​Dalam momentum penuh sukacita ini, Pastor Paroki memberikan wejangan dan peneguhan iman yang mendalam bagi anak-anak, orang tua, dan seluruh umat:

​Bagi Anak-Anak Terkasih (Jordan, Alfaro, Mario, dan Gloria):

“Kalian adalah garam dan terang kecil di paroki ini. Jangan pernah takut untuk melayani Tuhan. Janji yang kalian ucapkan pagi ini untuk menjadi Pastor dan pelayan Gereja adalah getaran Roh Kudus dalam jiwa kalian yang murni. Gunakan buku tulis, buku gambar, dan bantuan yang diberikan untuk semakin rajin belajar. Jadilah anak-anak yang taat kepada orang tua dan setia dalam doa.”

​Bagi Orang Tua dan Rukun (St. Paulus & St. Theresia):

“Panggilan itu tumbuh dari dalam keluarga (Ecclesia Domestica). Saya mengajak para orang tua dan pengurus rukun untuk menjaga, menyiram, dan memupuk benih-benih baik yang ada pada anak-anak ini. Jangan patahkan semangat mereka. Ketika mereka rindu melayani, hantarlah mereka ke altar dengan sukacita. Dukungan kecil kita hari ini bisa menjadi penentu lahirnya gembala-gembala agung di masa depan.”

Salve.
Ubu Naflahar
KIDABELA.

You may also like