Refleksi Pastoral

Menemukan Wajah Tuhan dalam Senyummu

Sungguh sebuah ungkapan syukur yang sangat menyentuh hati. Kehadiran seorang “Gembala” memang seringkali menjadi jembatan bagi anak-anak untuk merasakan kasih Tuhan yang nyata, terutama saat mereka merasa kehilangan sosok orang…

Read more

In Pluribus Unum

Sungguh sebuah momen penuh berkat ketika Sukacita Kabar Gembira (Annunciatio) bersatu dengan semangat Paskah. Kunjungan pastoral ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan kehadiran Kristus yang menyapa umat-Nya di dalam rumah mereka…

Read more

Gereja Yang Mendengarkan

Sungguh sebuah momen iman yang menyentuh hati.Tepat Pkl. 07.30-11.30 WIT kunjungan pastoral di tengah masa Prapaskah, khususnya setelah Novena Kabar Sukacita, membawa kesejukan spiritual bagi umat di Rukun Santo Fransiskus…

Read more

Rintihan Hati dan Sukacita

Salve! Sungguh sebuah pemandangan yang menyejukkan hati. Meski rintik hujan turun membasahi bumi setelah Novena Santo Yosep hari ke-7, tepat pkl. 07.15-09.10 WIT semangat sang gembala untuk menemui domba-dombanya di…

Read more

Keluarga: Gereja Domestik

Sungguh sebuah perjalanan iman yang bermakna di hari Senin Pekan Prapaskah IV ini. Tepat Pkl. 08.30-10.30 WIT Kembali Pastor dan Ketua Rukun Santo Kristoforus mengadakan kunjungan keluarga untuk 15 Kepala…

Read more

MELIHAT DAN MENYEBUHKAN

1Sam. 16:1b,6-7,10-13a; Ef. 5:8-14; Yoh. 9:1-41 HM Prapaskah IV?Minggu, 15 Maret 2026   Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang butasejak lahirnya (Yoh. 9:1). Para murid yang berjalan bersamadengan Yesus juga melihat itu dan bertanya tentang penyebabkebutaan itu. Para murid menguhubungkan penyakit dengandosa. Sehingga mereka menganalisis dosa yang mengakibatkankebutaan tersebut. Mereka bertanya kepada Yesus, “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” (Yoh. 9;2). Yesus berkatabahwa orang buta menjadi buta bukan karena orang itu atau juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah harusdinyakatan (Yoh. 9:3). Yesus dari awal sudah melihat orang butatersebut. Dia tahu kebutaan orang buta itu. Para murid juga tentumelihat itu, namun resepon mereka pada hubungan sebab akibatdari kebutaan. Memang, kadang kala kelemahaan diri sulitdisembunyikan dari banyak orang, apalagi kelemahan tersebutkasat mata.  Yesus mengajak para murid agar tidak fokus pada analisistentang akar penyakit atau dosa. Yesus menekankan tindakankonkrit untuk menyelamatkan orang buta tersebut. Pertolonganterhadap orang…

Read more