SIRAMAN ROHANI
Jumat, 3 Juli 2026
Pesta Santo Tomas, Rasul
Matius. 8 : 28 – 34

Pada umumnya, setiap orang membutuhkan bukti konkret, data atau fakta sah untuk mengambil keputusan ataumeyakini suatu kebenaran. Artinya, āmelihat bukti barupercayaā. Namun, arti iman sejati sebaliknya yaituāpercaya dulu, baru bisa melihat buktinyaā. Mengapa? Karena iman sejati menuntut sikap batin untukmenyerahkan diri kepada Allah.
Bacaan Injil hari ini menampilkan sikapTomas yang mewakili pemikiran banyakorang. Ia tidak percaya akan kesaksianpara murid yang lain tentangkebangkitan Yesus. Ia menuntut buktifisik kebangkitan Yesus supaya iapercaya. Maka, ketika Yesus menampakkan diri kembalikepada para murid-Nya, Ia berkata kepada Tomas, ā Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlahtanganmu dan cucukkan ke dalam lambungku dan janganengkau tidak percaya lagi, melainkan percayalahā. Yesustidak memarahi atau menghukum Tomas atas keraguannya. Yesus justru memahaminya sebagai bentuk kelemahanmanusiawinya dan menunjukkan kasih-Nya kepada Tomas dengan mempersilahkan untuk menyentuh bekas-bekasluka di tangan-Nya. Pesta Santo Tomas, Rasul yang dirayakan hari ini menunjukkan bahwa dia adalah orang pertama yang menyerukan dengan penuh iman, āYa Tuhanku dan Allahkuā. Santo Tomas juga menjalankanmisi mewartakan Injil Allah sampai ke India dan akhirnyamati sebagai seorang martir.
Saudara-saudari terkasih, keraguan Tomas adalah bentukkejujuran akan keterbatasan manusia. Namun, Tuhan tidakpernah marah akan keraguan hati kita kepada-Nya tetapisyaratnya kita harus datang kepada-Nya untuk mencarikebenaran-Nya. Tuhan mengenal hati kita secara pribadidan kasih-Nya menuntun kita keluar dari keraguan yang ada dalam pikiran dan hati kita. Ingatlah, “Ragu itu wajar, tetapi jangan biarkan keraguan menghentikan langkahmu. Bersandarlah pada Sang Pencipta.” Melalui Injil hari ini, Yesus berpesan kepada kita bahwa iman tidak bergantungpada bukti fisik melainkan keikhlasan kita untuk tundukdan percaya penuh kepada kehendak-Nya. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Enzoā R)